Ketika Negarawan Gagal Menjaga Lidah di Negeri Majemuk
OlehRuben Cornelius SiagianDI republik yang dibangun di atas luka sejarah, katakata seorang tokoh bangsa tidak pernah netral. Ia bisa mene
OPINI
JAKARTA - Motif siswa FN, terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta pada Jumat (7/11/2025), akhirnya terungkap.
Pasca-isu awal yang menyebut FN sebagai korban bullying, kepolisian menegaskan bahwa terduga pelaku tidak mengalami perundungan di sekolah.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imannudin, menyatakan bahwa FN melakukan aksi ledakan karena merasa kesepian dan tidak memiliki tempat untuk menyampaikan keluh kesahnya, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.Baca Juga:
"Dorongan yang bersangkutan melakukan peristiwa hukum ini karena merasa sendiri," ujar Iman.
Penemuan di TKP juga menunjukkan adanya senjata mainan (airsoft gun) berwarna hitam di dekat FN.
Senjata tersebut tertulis nama-nama tokoh kriminal dunia, yang menurut Jubir Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, hanyalah hasil peniruan atau copycat dari kasus di luar negeri, bukan indikasi keterkaitan dengan terorisme.
"Ini murni tindakan kriminal umum, bukan pidana terorisme," tegas Mayndra.
Keterangan teman sekelas terduga pelaku juga memperkuat bahwa FN bukan korban bullying.
Menurut Putra, kakak salah satu korban ledakan, FN dulunya sosok ceria dan pandai bersosialisasi.
Namun setelah mengalami kecelakaan sepeda motor pada 2024, FN menjadi pendiam, menyendiri, dan mulai cuek terhadap lingkungan sekitarnya.
Putra menambahkan, jika aksi FN dipicu perundungan, sasaran biasanya akan bersifat personal.
Namun FN justru meledakkan bom di masjid dan lingkungan sekolah, sehingga dampaknya meluas dan menimpa banyak siswa dan guru.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menguak pergeseran perilaku siswa pasca-trauma dan isolasi sosial, serta menegaskan pentingnya pemahaman kesehatan mental remaja.*
(tm/um)
OlehRuben Cornelius SiagianDI republik yang dibangun di atas luka sejarah, katakata seorang tokoh bangsa tidak pernah netral. Ia bisa mene
OPINI
JAKARTA Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan pengalamannya saat masih menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum Gerakan Pemuda Ka&039bah (GPK) Imam Fauzan A. Uskara membantah tudingan adanya pemecatan massal ratusan pengurus Dewa
POLITIK
JAKARTA PT Pertamina International Shipping (PIS) menyatakan dua kapalnya, Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga kini masih berada di kawa
NASIONAL
JAKARTA Politikus PAN Surya Utama alias Uya Kuya melaporkan dugaan penyebaran berita bohong yang mencatut namanya ke Polda Metro Jaya. Lap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Google dilaporkan menggandeng perusahaan kacamata EssilorLuxottica untuk memperkuat pengembangan kacamata pintar berbasis Android
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan penyelesaian seluruh berkas layanan pertanaha
NASIONAL
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor), Kamser Maroloan Sitanggang, menyampaikan surat terbuka kepada Komisi III
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Gelombang kejahatan penipuan atau scam di sektor keuangan digital kian mengkhawatirkan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat to
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menekankan pentingnya pemikiran geopolitik dalam menjaga arah dan kepenting
POLITIK