Akses Hukum Hingga Desa, Kemenkum Bali Percepat Harmonisasi Regulasi dan Posbankum
DENPASAR Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali menegaskan komitmennya untuk memastikan hukum benarbenar dirasakan manfaatnya ole
PEMERINTAHAN
KARO- Kementerian Sosial (Kemensos) Indonesia terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menangani bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Sabtu (23/11/2024). Hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri dari personel TNI/Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, serta Kantor SAR Medan, tengah fokus melakukan pencarian korban hilang dan pembersihan material longsor.
Dalam keterangan yang disampaikan oleh Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos, Masriani Mansyur, empat orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana tersebut. Korban yang telah diidentifikasi adalah Efriandi Surbakti, Ius Nizarwatim, sementara dua korban lainnya masih dalam proses identifikasi.
Selain korban meninggal, bencana ini juga menyebabkan enam orang hilang, antara lain Sehat BR Surbakti (65), Elia Agustina (50), Ema Sari, Jihan, Farhan Putra Nugraha (pegawai BRI Tanjung Balai), dan Muhammad Subhan Anas (pegawai BRI Tanjung Balai). Sementara itu, sembilan orang lainnya mengalami luka-luka akibat tertimpa material longsor.
Tim yang berada di lapangan telah melakukan upaya maksimal dalam pencarian korban hilang. Pihak Kemensos juga telah melakukan pendataan korban untuk melengkapi dokumen yang diperlukan guna pengajuan santunan kematian serta bantuan bagi korban yang terluka.
“Bersama dengan BPBD dan pihak terkait lainnya, kami akan terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan bantuan sampai kepada para korban,” jelas Masriani. Selain itu, pembersihan material longsor yang menutup akses jalan terus dilakukan untuk mempermudah proses evakuasi.
Bencana tanah longsor juga menyebabkan kerusakan material. Dua unit rumah dilaporkan rusak berat, sementara satu penginapan, Penginapan Bunga Tanjung, dilaporkan rata dengan tanah akibat tertimpa longsor. Kerusakan ini menambah derita bagi warga yang terdampak dan menambah tantangan bagi tim pencarian dan penyelamatan.
Pemerintah dan pihak terkait berkomitmen untuk memberikan bantuan secepatnya kepada warga yang terdampak, baik berupa bantuan medis maupun kebutuhan dasar lainnya.
Upaya Ke Depan
Kementerian Sosial juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana lainnya, serta mendukung upaya pemulihan pascabencana. “Kami akan terus bekerja sama dengan instansi lain untuk memastikan bantuan berjalan dengan lancar dan korban mendapatkan penanganan yang tepat,” tambah Masriani.
(JOHANSIRAIT)
DENPASAR Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali menegaskan komitmennya untuk memastikan hukum benarbenar dirasakan manfaatnya ole
PEMERINTAHAN
DENPASAR Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali hadir di SMA Negeri 2 Denpasar untuk memberikan edukasi seputar hak paten dan pel
PENDIDIKAN
DENPASAR Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali memperkuat koordinasi internal untuk percepatan implementasi rencana aksi Tahun 2
PEMERINTAHAN
BINJAI Kalaksa BPBD Kota Binjai, Rudi Iskandar, ST, menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan di tengah bulan suci Ramadhan, Sen
PEMERINTAHAN
BATUBARA Aliansi Pemuda Desa Bersatu Indonesia (APDESU) kembali datangi Kantor Kejaksaan Negeri Batu Bara (Kejari) dalam rangka Aksi Unju
HUKUM DAN KRIMINAL
SERDANG BEDAGAI Sebuah pohon yang diduga lapuk tumbang dan menutupi sebagian badan Jalan Negara Lintas Sumatera, tepatnya di dekat Polse
PERISTIWA
TAPANULI SELATAN Dugaan interogasi oleh sekuriti PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais (ANJ Agri Siais) terhadap sejumlah karyawan di lo
NASIONAL
KABANJAHE Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes, mengikuti rapat koordinasi tingkat tinggi secara virt
PEMERINTAHAN
MEDAN Anggota Komisi A DPRD Sumatera Utara (Sumut), Irham Buana Nasution, menegaskan pentingnya penataan perdagangan oleh Pemerintah Kot
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG Seorang mahasiswi berinisial NK, 18 tahun, yang merupakan anak yatim, diduga menjadi korban pencabulan oleh seorang tenaga
HUKUM DAN KRIMINAL