Di Kecamatan Malalak, banjir bandang di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur merenggut 10 nyawa.
Kecamatan Tanjung Raya mengalami longsor di Ariki, Nagari Dalko menewaskan dua orang, sedangkan Kecamatan Matur mencatat satu korban longsor di Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudiak.
Kecamatan Palembayan menjadi wilayah paling terdampak dengan 74 korban meninggal akibat banjir bandang, tersebar di beberapa jorong seperti Koto Alam, Sumbarang, Kampuang Tangah, dan Kampung Tangah Timur.
Rahmat menjelaskan, jenazah korban telah dimakamkan di makam keluarga masing-masing.
Sementara itu, 88 orang belum ditemukan, tersebar di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur (7 orang), terseret arus Sungai Batang Antokan, warga Sikabu, Nagari Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung (1 orang), serta dua korban tertimbun longsor di Ariki, Nagari Dalko dan Salareh Aia, Kecamatan Palembayan (78 orang).
Pencarian korban masih terus dilakukan dengan melibatkan BPBD Agam, Basarnas Padang, TNI, Polri, Lantamal II Padang, Damkar, Dinas Sosial, PMI, kelompok siaga bencana, pemerintah kecamatan dan nagari.
Selain itu, tim juga mengevakuasi warga yang terisolasi akibat putusnya akses jalan.
Salah seorang warga Salareh Aia, Eki, menceritakan momen menegangkan saat banjir bandang datang pada Kamis (27/11) pukul 17.00 WIB.
"Bunyi gemuruh cukup keras, kami keluar rumah dan mencari lokasi aman. Usai bencana, saya mencoba membantu warga yang menjadi korban," ujarnya.
BPBD Agam menghimbau masyarakat tetap waspada dan mematuhi arahan tim evakuasi di lapangan, mengingat kondisi hujan masih berpotensi menyebabkan banjir susulan dan tanah longsor.*