Selain itu, masih ada ratusan warga yang hilang dan dalam pencarian tim SAR.
Di Sumut, tercatat 147 orang hilang, Aceh 55 orang, dan Sumbar 87 orang.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, kondisi listrik dan air di sejumlah lokasi terdampak mulai pulih, meski sejumlah daerah masih terisolir dan membutuhkan suplai darurat.
"Listrik, air ini relatif sudah pulih, tetapi masih banyak wilayah yang padam. Kami mendorong PLN untuk mempercepat penyebaran personel agar kebutuhan masyarakat yang terisolir segera terpenuhi," kata Suharyanto dalam konferensi pers daring.
Di Tapanuli Utara (Taput), jumlah korban meninggal dunia mencapai 23 orang hingga Sabtu sore, sementara 28 orang masih hilang.
Pihak kepolisian setempat terus melakukan pencarian korban sambil membersihkan material longsor yang menimbun pemukiman warga.
"Update jumlah korban meninggal dunia di Taput sebanyak 23 orang, dan 28 lainnya masih hilang. Laporan ini dihimpun pada pukul 16.20 WIB," ujar Kasi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing.
Tim SAR gabungan, TNI, Polri, dan relawan terus bekerja keras mengevakuasi korban dan mendistribusikan bantuan logistik.
Pemerintah daerah dan pusat menekankan pentingnya kewaspadaan, mitigasi bencana, serta dukungan bagi warga terdampak.
Situasi di Sumut, Aceh, dan Sumbar menjadi peringatan serius tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi banjir dan longsor, terutama di musim hujan ekstrem yang diperkirakan akan terus berlangsung hingga awal 2026.*
(tm/ad)
Editor
: Raman Krisna
Update Terbaru BNPB: 316 Korban Jiwa Banjir dan Longsor di Sumut, Aceh, dan Sumbar, Pencarian Masih Berlanjut