KPK Mangkir, Sidang Praperadilan Gus Yaqut Mundur ke 3 Maret
JAKSEL Sidang perdana praperadilan yang diajukan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut, terkait status tersangkanya d
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH TAMIANG — Ribuan warga masih bertahan di posko darurat setelah banjir besar merendam sebagian wilayah Aceh Tamiang dalam beberapa hari terakhir.
Di tengah situasi memprihatinkan itu, kunjungan Najwa Shihab pada Senin, 1 Desember 2025, menghadirkan momen haru yang menyita perhatian publik.
Pendiri Narasi tersebut disambut hangat oleh warga, khususnya anak-anak yang kini tinggal di pengungsian.Baca Juga:
Salah satu anak tiba-tiba mendekat dan bertanya polos, "Kakak kaya ya, Kak?" kepada Najwa.
Najwa tersenyum sebelum menjawab singkat, "Alhamdulillah."
Interaksi sederhana itu sontak mencairkan suasana.
Bagi warga yang menyaksikan langsung, kepolosan sang anak mencerminkan kondisi psikologis mereka yang terdampak bencana: terpukul, namun tetap berusaha ceria di tengah keterbatasan.
Najwa menegaskan pentingnya solidaritas antarsesama.
"Di situasi darurat, kebaikan sekecil apa pun sangat berarti," ujarnya.
Dalam unggahan Instagram Stories-nya, Najwa mengungkapkan akses darat menuju Aceh Tamiang masih terputus akibat tingginya genangan dan kerusakan infrastruktur.
Pemerintah daerah bersama relawan terus berupaya memulihkan akses serta mengevakuasi warga dari lokasi yang masih terisolasi.
Hingga saat ini, ribuan pengungsi masih memerlukan bantuan logistik seperti air bersih, makanan, selimut, layanan kesehatan, hingga perlindungan anak.
Selain Aceh Tamiang, Najwa juga mengunjungi Langkat dan Besitang, Sumatera Utara, untuk menyalurkan bantuan dan meninjau kondisi penyintas banjir.
Najwa Shihab hadir bersama Save the Children Indonesia, organisasi yang fokus pada pemenuhan hak anak.
Ia mengenakan jaket merah khas lembaga tersebut saat menyapa anak-anak di lokasi terdampak banjir.
Save the Children melaporkan bahwa ribuan anak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini berada dalam kondisi darurat.
"Akses jalan putus, listrik padam, lebih dari 100.000 orang mengungsi, termasuk ribuan anak yang hidup dalam kondisi sangat tidak nyaman," tulis organisasi tersebut.
Mereka telah menyalurkan selimut, air bersih, serta perlengkapan hunian sementara, namun kebutuhan di lapangan disebut masih sangat besar.
"Anak-anak paling rentan. Mereka butuh perlindungan sekarang," tegas Save the Children.
Organisasi tersebut juga mengajak publik untuk ikut terlibat dalam donasi kemanusiaan melalui tautan resmi mereka.*
(sr/ad)
JAKSEL Sidang perdana praperadilan yang diajukan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut, terkait status tersangkanya d
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi, menanggapi usulan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, terka
POLITIK
BINJAI SMK Negeri 2 Binjai menghadirkan nuansa baru dalam kegiatan Ramadhan 1447 H dengan mengintegrasikan program tadarusan AlQur&039
PENDIDIKAN
BATU BARA Guna mempererat tali silaturahmi di bulan suci Ramadhan, Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., melakukan Safari
PEMERINTAHAN
JAKARTA dr Piprim Basarah, dokter konsultan jantung anak sekaligus Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), membantah tudingan mangkir
KESEHATAN
JAKARTA Realme Indonesia akan memperkenalkan Realme 16 Series 5G secara resmi pada 10 Maret 2026. Seri terbaru ini menghadirkan tiga mod
SAINS DAN TEKNOLOGI
MEDAN Ibadah puasa di bulan Ramadan bukanlah alasan untuk menurunkan semangat kerja, melainkan momentum untuk meningkatkan prestasi dan
NASIONAL
TABANAN Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali melaksanakan pendampingan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di Kabupaten Tabanan, Senin (23/2/
HUKUM DAN KRIMINAL
DENPASAR Dalam rangka memperkuat akses keadilan bagi masyarakat, Kanwil Kementerian Hukum (Kemenkum) Bali mengikuti rapat persiapan pere
HUKUM DAN KRIMINAL
DENPASAR Curah hujan yang tinggi melanda wilayah Denpasar Selatan pada Selasa (24/2/2026) memicu genangan air di sejumlah ruas jalan. Sa
NASIONAL