Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Gangguan suplai air PDAM Tirtanadi sudah berlangsung sepekan akibat kerusakan pipa vital yang terseret banjir bandang.
Warga kini berada dalam kondisi darurat berlapis, tanpa air bersih dan tanpa BBM.
Aktivis sosial dan pemerhati kebijakan publik, Adi Tanjung, menilai kelangkaan BBM memperburuk dampak bencana dan menekan ekonomi warga.
"BBM langka, air PDAM mati. Ini bukan situasi normal. Pemerintah harus turun tangan cepat," ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa penjualan BBM di atas HET merupakan pelanggaran serius berdasarkan UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara dan denda hingga Rp 2 miliar.
"Kepolisian harus turun ke lapangan, tindak tegas para penjual eceran yang memanfaatkan situasi. Kalau dibiarkan, ini akan jadi kebiasaan dan masyarakat yang makin sengsara," kata Adi.
Ia juga mendesak penyelidikan terhadap dugaan permainan oknum SPBU yang diduga membiarkan kelangkaan terjadi.
Hingga berita ini diterbitkan, pemerintah daerah, PDAM Tirtanadi, dan kepolisian belum mengeluarkan klarifikasi resmi mengenai penyebab kelangkaan BBM maupun langkah yang sedang ditempuh.
Sementara warga berharap pasokan BBM segera stabil dan pemerintah tidak lagi menunda penanganan situasi yang sudah semakin memukul masyarakat Padangsidimpuan.*
(ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.