Ia mendarat menggunakan helikopter di lapangan PTPN III sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan yang disebut paling parah terdampak banjir bandang Garoga.
Gibran tiba di lokasi sekitar pukul 10.19 WIB. Kedatangannya disambut Kapolda Sumatera Utara Irjen Whisnu, Wakil Gubernur Sumut Surya, dan Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan.
Setelah bersalaman, rombongan segera bergerak menuju posko pengungsian. Di tempat itu, Gibran berbincang singkat dengan warga yang tengah beristirahat.
Dari posko, Wapres diajak meninjau titik kritis bencana, sebuah ruas jalan utama yang terbelah dan terputus setelah dihantam banjir bandang pada 25 November 2025.
Di lokasi itulah muncul aliran sungai baru yang sebelumnya tidak ada.
Wakil Gubernur Surya menjelaskan kondisi perubahan bentang alam desa yang cukup ekstrem.
Menurut dia, air bah yang datang tiba-tiba memicu pergeseran arus sungai hingga menghancurkan rumah-rumah warga di sekitar area tersebut.
Kepala Desa Garoga, Risman Rambe, turut memberi penjelasan. Ia menunjukkan aliran sungai yang kini mengalir tepat di depan mereka, arus baru yang terbentuk usai banjir.
Risman juga mengarahkan perhatian Gibran ke perbatasan Tapsel dan Tapanuli Tengah, lokasi jembatan putus dan tumpukan kayu gelondongan yang menyumbat aliran sungai.
Sungai yang tersumbat itu, kata Risman, kini nyaris kering.
"Ketika banjir datang, kayu-kayu besar itu menutup jembatan sepenuhnya. Arus pun berpindah ke arah pemukiman," ujarnya.