BREAKING NEWS
Kamis, 19 Maret 2026

Kapolda Aceh Ceritakan Detik-Detik Menembus Aceh Tamiang: Seperti Tsunami Kedua, 85 Personel Belum Ditemukan

Abyadi Siregar - Rabu, 10 Desember 2025 15:29 WIB
Kapolda Aceh Ceritakan Detik-Detik Menembus Aceh Tamiang: Seperti Tsunami Kedua, 85 Personel Belum Ditemukan
Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH – Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah mengungkap pengalaman paling berat dalam karier kepolisiannya saat menerobos wilayah Aceh Tamiang pascabencana Siklon Senyar, yang memicu banjir bandang dan longsor pada 1 Desember 2025.

Ia menyebut kondisi daerah itu ketika pertama kali dimasuki "nyaris seperti tsunami kedua".

"Sedih saya waktu itu. Tidak ada kekuatan yang bisa saya gerakkan karena anggota saya sendiri tidak ada. Semua terpecah, rumah tenggelam, kantor tenggelam," ujar Marzuki, Rabu, 10 Desember 2025.

Baca Juga:

Marzuki mengatakan bencana terjadi ketika ia berada di Jakarta untuk mengikuti rapat bersama jajaran kapolres.

Dalam perjalanan pulang, ia melihat wilayah Aceh gelap gulita dari udara.

"Rabu malam air mulai naik di banyak daerah," katanya.

Jaringan internet putus, laporan dari 18 kabupaten dan kota terhambat, bahkan empat daerah, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang, tidak memberikan kabar apa pun hingga Kamis malam.

"Di situ saya stres. Tidak ada komunikasi. Tidak tahu kondisi pemerintahan," ujarnya.

Marzuki memerintahkan seluruh kapolres kembali ke wilayah masing-masing dengan segala cara, namun sebagian terhambat karena jalur dari arah Medan ikut terputus.

Ia kemudian menempuh perjalanan dari Banda Aceh menuju Aceh Tamiang dengan melewati jembatan putus, memobilisasi perahu, dan mengerahkan 850 personel.

"Saya bilang: jangan tunggu. Tembus. Kalau tidak, kita tidak tahu berapa banyak korban," katanya.

Saat memasuki Manyak Payed hingga pusat Aceh Tamiang, ia menemukan kota dalam keadaan lumpuh total.

"Orang berdiri di depan rumah. Tidak ada makanan, tidak ada minuman. Kota mati," ujarnya.

Marzuki juga mengklarifikasi isu viral soal jenazah dalam mobil terendam banjir.

Ia menjelaskan bahwa sebagian jenazah merupakan korban yang terseret arus, sementara lainnya merupakan pasien rumah sakit yang lantai satunya ikut tenggelam.

"Dokter pun sibuk menyelamatkan keluarganya," katanya.

Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah menyatakan sebanyak 85 personel Polres Aceh Tamiang belum melaporkan diri.

"Kami tidak tahu hilang atau meninggal bagaimana. Semoga mereka selamat di pedalaman," ujarnya.

Marzuki menegaskan bahwa dalam situasi darurat, pemimpin harus berani mengambil keputusan cepat.


"Kalau kita diam, itu juga keputusan dan itu yang paling salah. Lebih baik bergerak, salah nanti dipikirkan. Yang penting rakyat dulu," katanya.*


(km/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Negara Hadir untuk Korban Banjir, Sertifikat Tanah Bisa Diurus Ulang Gratis
Banjir dan Longsor di Sumut, Masa Tanggap Darurat Diperpanjang Dua Minggu
Pertalite Rp 80.000 per Liter, Warga Aceh Utara Terdampak Banjir Menjerit
Desa Terisolir Aceh Tamiang Terima Bantuan, PGN Bersama Warga Taklukkan Medan Sulit
Banjir Bandang Sumut, PLTA Batang Toru Masuk Daftar Perusahaan Diduga Penyebab
BPBD Bali Evakuasi Warga Usai Puting Beliung Sapu Tiga Bangunan di Jembrana
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru