Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
TAPANULI SELATAN – Seruan agar pemerintah pusat turun tangan lebih kuat dalam penanganan bencana di Sumatera kembali menggema.
Sekretaris Persatuan dan Pemerhati Wartawan Angkola Sipirok (PERWASI) Tapanuli Selatan, Mahmuda Mora Siregar, menyampaikan langsung jeritan warga dari berbagai daerah terdampak di Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Aceh, dan meminta Presiden Prabowo Subianto menetapkan bencana tersebut sebagai Bencana Nasional.
Di tengah tenda pengungsian dan reruntuhan bangunan, Mora Siregar menjadi salah satu suara yang lantang mengingatkan negara tentang kondisi rakyat yang kian terdesak.Baca Juga:
"Ketika saya menatap mata mereka, saya melihat ketakutan sekaligus harapan. Mereka menunggu negara hadir lebih kuat," ujarnya, Rabu, (10/12/2025).
Ia mengatakan setiap hari menerima laporan dari titik bencana, termasuk Desa Garoga (Kecamatan Batangtoru) dan Desa Tandihat (Kecamatan Angkola Selatan) yang tanahnya retak dan membuat satu desa harus mengungsi.
Banjir bandang melumat berbagai desa di Kecamatan Sayurmatinggi, sementara longsor terjadi di Tano Tombangan Angkola.
Total 13 kecamatan di Tapanuli Selatan tercatat terdampak banjir dan longsor.
Mora menyebut dirinya menyaksikan sendiri luka batin masyarakat: orang tua yang kehilangan anak, petani yang kehilangan lahan, hingga lansia yang datang ke posko hanya dengan pakaian di tubuh.
"Ini bukan sekadar bencana kecil. Ini suara rakyat yang harus sampai ke pemerintah pusat," katanya.
Di banyak lokasi, warga masih mengingat peristiwa banjir bandang sebagai "detik-detik maut".
Sungai yang biasanya tenang berubah menjadi gelombang lumpur yang menghancurkan rumah dan jembatan.
Di perbukitan, longsor runtuh tanpa tanda, menimbun rumah yang telah berdiri puluhan tahun.
"Kami hanya sempat lari. Barang-barang, rumah… semua hilang," kata Sumarni, salah satu penyintas di Batangtoru, sambil memeluk anak bungsunya.
Ancaman psikologis juga muncul. Banyak anak kerap terbangun karena mimpi buruk, sementara orang dewasa gelisah setiap mendengar suara hujan.
"Mereka manusia yang sedang menata hidup dari awal. Bantuan psikososial sama pentingnya dengan sembako," tegas Mora.
Warga juga mengeluhkan jalan putus, jembatan rusak, dan akses logistik yang tersendat. Pekerja harian kehilangan pendapatan, sekolah-sekolah ditutup, dan banyak desa terisolasi.
Dalam kondisi seperti ini, menurut Mora, penetapan Bencana Nasional bukan sekadar status administratif, melainkan simbol hadirnya negara.
Status tersebut memungkinkan pengerahan alat berat lebih cepat, distribusi logistik nasional tanpa birokrasi berbelit, dan penambahan tenaga medis serta relawan.
"Ketika negara turun sepenuhnya, masyarakat merasa tidak sendirian," ujarnya.
Mora mengingat pesan seorang lansia dari Kecamatan Sayurmatinggi yang mendatanginya dengan suara bergetar.
"Bilang pada pemerintah… kami tidak minta banyak. Kami hanya ingin hidup kembali," kata sang pengungsi.
Bagi Mora, kalimat itu menjadi pengingat bahwa bencana bukan sekadar kumpulan data korban, melainkan perjuangan ribuan keluarga untuk bangkit dari puing-puing kehidupan.*
(ad)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL