Kawal Proyek Peta Dasar Rp 4,7 Triliun BIG dari Bank Dunia, Kejagung Pasang Badan Mencegah Korupsi
JAKARTA Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen (JAMIntel) Reda Manthovani bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) mengawal p
NASIONAL
MEDAN — Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Golkar, Maruli Siahaan, buka suara mengenai narasi yang menyudutkannya sebagai pembela perusahaan kontroversial PT Toba Pulp Lestari (TPL).
Ia menyebut tudingan itu berasal dari potongan video rapat yang dipelintir dan tidak menampilkan keseluruhan konteks pernyataannya.
Dalam keterangan pers pada Kamis, 11 Desember 2025, Maruli menegaskan bahwa posisinya justru menuntut penegakan hukum secara objektif dan memastikan perlindungan terhadap masyarakat yang selama bertahun-tahun berkonflik dengan perusahaan tersebut.Baca Juga:
"Narasi ini tidak tepat. Jika melihat rekaman lengkap, posisi saya sangat jelas: menegakkan hukum, memeriksa izin, dan melindungi masyarakat," ujar Maruli.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XIII, Maruli menyampaikan tiga tuntutan utama:
- Audit menyeluruh izin konsesi PT TPL, termasuk potensi pelanggaran tata ruang dan lingkungan.
- Pembentukan tim investigasi independen di bawah Kemenkumham untuk menelusuri fakta konflik agraria dan dugaan pelanggaran HAM.
- Pemeriksaan objektif terhadap seluruh pihak, baik perusahaan maupun masyarakat, agar hukum "tidak tebang pilih".
Ia juga mengingatkan pemerintah agar waspada terhadap potensi penunggang isu di balik aksi protes masyarakat.
"Saya tidak membela perusahaan mana pun. Yang saya bela adalah proses hukum dan kepentingan publik," katanya.
Pernyataan Maruli sebelumnya menyulut kritik keras setelah ia mengatakan bahwa aksi "Tutup TPL" diduga ditunggangi pihak lain.
Komentar itu viral setelah dipotong dan disebarkan ulang oleh Ephorus HKBP Victor Tinambunan.
Ketua GAMKI Medan, Boydo Panjaitan, mengecam pernyataan tersebut. Ia menilai komentar Maruli "melukai perjuangan masyarakat dan gereja" yang ikut dalam aksi damai tersebut.
"Yang melakukan demo hamba Tuhan. Gereja-gereja. Siapa yang menunggangi Ephorus?" kata Boydo.
Aksi Tutup TPL pada 10 November 2025 diikuti sekitar 10 ribu orang, gabungan tokoh agama, pemuda gereja, organisasi kepemudaan dan mahasiswa.
JAKARTA Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen (JAMIntel) Reda Manthovani bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) mengawal p
NASIONAL
JAKARTA Akademisi Rocky Gerung menyoroti gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) terkait syarat pendidikan pencalonan Gibran Rakab
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pelestarian budaya dan cagar budaya merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya,
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi inovasi sosial yang digagas Kecamatan Medan Denai melalui program ANJELI dan K
PEMERINTAHAN
MEDAN Kualitas udara di Kota Medan dilaporkan memburuk akibat sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Wali Kota Medan Rico Waas me
KESEHATAN
BANDA ACEH Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh memperkuat komitmen memberikan pelayanan yang semakin humanis dan profesional kep
PERISTIWA
MEDAN Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) memasok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Minyakita dalam keg
EKONOMI
JAKARTA PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM meraih delapan penghargaan dalam ajang Environmental and Social Innovation Awar
NASIONAL
MEDAN Ketua Umum Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Adardam Achyar mempertanyakan pemidanaan terhadap surat yang dibuat advokat dalam menjal
POLITIK
MANDAILING NATAL Foto mobil dinas Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) digunakan untuk mengangkut
PERISTIWA