Kejadian ini membuat warga terpaksa melakukan evakuasi mandiri karena belum tersentuh bantuan pemerintah daerah.
Camat Padang Tualang, Muhammad Izwanda, menjelaskan belasan tanggul yang jebol tersebar di lima desa dan satu kelurahan, yakni Desa Tanjung Putus, Desa Kwala Besilam, Desa Suka Ramai, Desa Padang Tualang, Desa Besilam, dan Kelurahan Tanjung Selamat.
Ukuran tanggul yang jebol bervariasi, mulai dari dua meter hingga 200 meter.
"Sehubungan dengan terjadinya banjir di Kecamatan Padang Tualang, dan mengakibatkan tanggul sungai jebol, dengan ini kami memohon perbaikan tanggul yang jebol akibat banjir," kata Izwanda dalam keterangan tertulis, Jumat (12/12/2025).
Namun Kepala Dinas PUTR Langkat, Khairul Azmi, menegaskan perbaikan tanggul menjadi wewenang Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
"Bukan tidak bisa dikerjakan, tapi kalau diperbaiki oleh kabupaten akan terjadi tumpang tindih anggaran. Ini wewenang provinsi," ujar Azmi.
Saat ini, perbaikan tanggul di Desa Suka Ramai sudah ditindaklanjuti oleh PUPR Provinsi Sumatera Utara.
Banjir yang tinggi hingga dada orang dewasa memaksa masyarakat melakukan evakuasi mandiri menuju Jalan Besar Batangserangan dan Jalan Tol Binjai-Langsa.
Salah seorang warga Desa Jatisari mengaku, "Sudah puluhan tahun tinggal di sini, tidak pernah ada banjir seperti ini. Ada tanggul yang jebol di dusun sebelah, makanya begini."
Pengelola jalan tol mengevakuasi warga ke Rest Area KM 41, memberikan tempat aman sementara bagi mereka.
Masyarakat mengharapkan perbaikan tanggul dapat segera diselesaikan agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah di musim hujan mendatang.*