BREAKING NEWS
Selasa, 24 Februari 2026

Terpencil dan Terlupakan, Desa di Tapanuli Selatan Ini Masih Gelap Total Setelah Banjir

Mora Siregar - Rabu, 07 Januari 2026 16:27 WIB
Terpencil dan Terlupakan, Desa di Tapanuli Selatan Ini Masih Gelap Total Setelah Banjir
Dusun Tanoponggol, Kecamatan Arse, Desa Dalihan Natolu. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPANULI SELATAN — Lebih dari sebulan setelah banjir dan longsor melanda kawasan pegunungan Kecamatan Arse, Desa Dalihan Natolu masih terjebak dalam kegelapan dan keterisolasian.

Dusun Tanoponggol, salah satu dari tiga kampung penyusun desa itu, hingga kini belum menikmati kembali aliran listrik setelah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) rusak diterjang bencana pada akhir November 2025.

Ketika matahari terbenam di lereng perbatasan Tapanuli Selatan dan Padang Lawas Utara, Desa Dalihan Natolu seolah menghilang dari peta.

Baca Juga:

Tanpa listrik, tanpa penerangan, dan dengan akses jalan yang rusak berat, kehidupan warga berjalan dalam kesunyian yang panjang.

Desa ini berada di ketinggian sekitar 1.109 meter di atas permukaan laut dan dihuni 256 jiwa.

Lokasinya yang terpencil membuat Dalihan Natolu hanya bisa dijangkau melalui jalur sepanjang 33 kilometer dari ibu kota Kecamatan Arse, dengan kondisi jalan berbatu dan licin.

Kendaraan roda dua hanya mampu mencapai Kampung Tanoponggol, sementara dua kampung lainnya, Nangguluon dan Aeknabara, harus ditempuh dengan berjalan kaki menyusuri jalur pegunungan.

Bencana yang datang pada akhir November lalu mengubah segalanya. Longsor merusak jalan utama dan menghantam pipa PLTMH yang selama ini menjadi satu-satunya sumber listrik warga.

Sejak itu, Dusun Tanoponggol tenggelam dalam gelap total.

Anak-anak kesulitan belajar ketika malam tiba. Aktivitas ekonomi lumpuh. Rasa aman ikut terkikis, karena kegelapan menghadirkan kecemasan baru di tengah desa yang terisolasi.

"Kalau malam, gelap total. Kami pakai lampu seadanya. Anak-anak susah belajar," ujar salah seorang warga yang meminta namanya tidak dituliskan.

Kasi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Arse, Saprianto Hutasuhut, membenarkan bahwa kondisi desa masih belum pulih sepenuhnya.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ketua TP PKK Aceh Apresiasi Peran Relawan Tanggap Darurat Bencana: Penyemangat Masyarakat
Respon Cepat Wabup Simalungun: Sarang Tawon Berbahaya di Tapian Dolok Ditangani
Korban Banjir-Longsor di Sumut Tembus 372 Orang, 42 Masih Hilang
Tiga Pria Nyamar Petugas Listrik, Negara Rugi Rp 220 Juta
Bener Meriah Resmi Masuk Tahap Transisi, Pemulihan Pasca Banjir dan Longsor Dimulai
Warga Angkola Selatan Tolak Keras Eksplorasi Tambang PT.AR, Khawatir Banjir dan Longsor
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru