ACEH TIMUR - Kabupaten Aceh Timur kembali berstatus siaga setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut, memicu luapan air yang merendam sedikitnya tujuh kecamatan pada Kamis (8/1/2026) pagi.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, air mulai memasuki pemukiman warga sejak pukul 06.00 WIB.
Ketinggian banjir bervariasi, dari 30 sentimeter hingga mencapai titik terdalam 1,5 meter di beberapa lokasi.
Plt. Kepala BPBDAceh Timur, Afifullah, mengatakan kenaikan debit air berlangsung cepat, sehingga warga diminta tetap waspada.
"Benar, air sudah naik kembali sejak pagi tadi. Personel kami sudah berada di lapangan untuk membantu evakuasi warga dan memantau perkembangan situasi secara langsung," ujarnya.
Evakuasi mandiri mulai dilakukan oleh warga yang tinggal di daerah rawan banjir.
Sebagian telah mengemas barang-barang dan bersiap pindah ke lokasi yang lebih tinggi untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Tujuh kecamatan yang terdampak banjir meliputi Bayeun, Rantau Peureulak, Banda Alam, Indra Makmu, Julok, Pante Bidari, dan Simpang Ulim.
Saat ini, tim BPBD masih melakukan pendataan menyeluruh terkait jumlah desa dan kepala keluarga (KK) yang terdampak.
Afifullah menekankan fokus utama tim adalah menyelamatkan warga, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
Pemerintah daerah juga terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung beberapa hari ke depan.
"Pendataan terus berjalan sembari kami melakukan aksi penyelamatan di lokasi-lokasi terparah," pungkas Afifullah.