Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
MEDAN, KARO– Warga Kabupaten Karo, khususnya yang tinggal di kawasan Berastagi, mengungkapkan keluhan terkait penataan wilayah yang dinilai semrawut, khususnya di sekitar Jalan Veteran. Kawasan tersebut menjadi sorotan karena setiap akhir pekan, trotoar yang seharusnya digunakan oleh pejalan kaki justru disulap menjadi lapak jualan oleh pedagang mingguan. Para pedagang tersebut menutup sebagian besar trotoar, membuat jalur pejalan kaki sempit dan tidak nyaman.
Penataan kawasan Berastagi yang terkesan asal-asalan ini mengundang protes, terutama di sepanjang jalan dari Tugu Kol hingga simpang Bioskop Ria. Para pedagang yang berjualan setiap hari Minggu, mulai dari pakaian, makanan, aksesoris, hingga perabotan rumah tangga, menyita sebagian besar ruang trotoar, sehingga pejalan kaki harus berjalan di badan jalan yang rentan dengan bahaya lalu lintas.
Ardy Tarigan, seorang warga yang melintas di kawasan tersebut, menyampaikan keluhannya tentang kondisi trotoar yang tertutup lapak pedagang. “Sebenarnya tidak masalah kalau mereka berjualan, tetapi jangan sampai mengabaikan hak orang lain. Kita jadi kesulitan berjalan karena trotoar yang harusnya bisa dilalui dengan dua arah, sekarang hanya bisa dipakai satu arah,” ujarnya.
Menurut Ardy, situasi ini semakin parah pada akhir pekan, di mana tidak ada pembatasan yang jelas antara kawasan jalan dan trotoar. Akibatnya, pejalan kaki sering kali terpaksa berjalan di badan jalan yang rentan dengan kendaraan yang melintas, terutama di jam-jam sibuk.
Selain itu, Yusuf, warga lain yang sering berkunjung ke Berastagi, juga menilai penataan kawasan ini semakin mengurangi kenyamanan kawasan wisata. “Berastagi adalah ikon pariwisata Kabupaten Karo. Namun, dengan kondisi yang seperti ini, kawasan ini menjadi kurang etis, apalagi bagi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan kota. Seharusnya penataan kawasan ini memperhatikan estetika dan kenyamanan pejalan kaki,” ungkap Yusuf.
Sejumlah warga mengaku kecewa dengan Pemkab Karo yang dinilai kurang serius menangani masalah penataan kawasan wisata ini. Mereka berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah untuk menata ulang trotoar dan mengatur keberadaan pedagang agar tidak mengganggu fasilitas umum.
Seiring berkembangnya pariwisata di Berastagi, para warga berharap agar Pemkab Karo segera mengambil langkah strategis dalam merencanakan penataan kota yang lebih baik, memperhatikan kenyamanan pejalan kaki, serta meningkatkan keindahan kawasan untuk mendukung citra pariwisata Kabupaten Karo.
Hingga berita ini diturunkan, Pemkab Karo belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan warga. Namun, sejumlah pihak menyarankan agar Pemkab Karo segera memperbaiki tata letak kawasan wisata, termasuk penataan trotoar dan pengaturan lapak pedagang untuk memastikan kenyamanan baik bagi pejalan kaki maupun para wisatawan yang datang. (JOHANSIRAIT)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL