Beruntung, respons cepat tim gabungan berhasil mengubah potensi tragedi menjadi operasi penyelamatan yang sukses tanpa korban jiwa.
Pada Senin (23/3/2026) sore, sebanyak 64 penumpang berhasil dievakuasi dalam operasi gabungan yang melibatkan personel Markas Unit (Marnit) Polairud dan TNI AL Tanjung Tiram.
Rinciannya, 33 wisatawan domestik asal Medan, 31 lainnya dari Pekanbaru, serta dua anak buah kapal (ABK).
Peristiwa ini mulai viral di media sosial setelah diunggah oleh akun @Mustafa Kamal Fasyah di Facebook.
Dalam unggahannya, disebutkan bahwa kapal nahas tersebut mengangkut puluhan penumpang, termasuk balita dan lansia.
Kapal tersebut mengalami kerusakan mesin saat dalam perjalanan menuju lokasi wisata, sehingga air laut masuk ke dalam kapal.
Para penumpang terpaksa menyelamatkan diri ke pesisir Pulau Salah Namo.
Kanit Markas Polairud Batu Bara, Ipda Hendrico P. Kaban, membenarkan kejadian tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kapal nelayan yang membawa wisatawan itu tiba-tiba mengalami kerusakan mesin, yang menyebabkan kapal tidak bisa bergerak dan hampir tenggelam.
Setelah mendapatkan laporan, tim gabungan segera bergerak. Sekitar pukul 18.00 WIB, personel Polairud Tanjung Tiram bergegas menuju lokasi menggunakan dua kapal nelayan milik warga, serta dibantu perahu karet dari TNI AL.
Sesampainya di lokasi, mereka menemukan kapal karam, namun seluruh penumpang sudah berada di pantai dalam keadaan selamat.
"Evakuasi dimulai sekitar pukul 20.30 WIB dengan dua kapal nelayan. Semua penumpang berhasil diselamatkan dan dibawa ke Pelabuhan Tanjung Tiram," ujar Hendrico dalam keterangan pers.
Pukul 02.30 WIB dini hari, seluruh penumpang tiba dengan selamat di Pelabuhan Tanjung Tiram dan langsung disambut oleh unsur Forkopimda Kabupaten Batu Bara, termasuk Bupati dan Kapolres.
Sebagai langkah awal, para korban diberikan makanan, minuman, dan pelayanan kesehatan ringan.
Pemerintah Kabupaten Batu Bara juga menyediakan bus untuk mengantar para penumpang kembali ke rumah masing-masing.
Pukul 04.00 WIB, mereka diberangkatkan menuju tujuan masing-masing, memastikan mereka kembali ke rumah dengan aman setelah melalui pengalaman yang menegangkan.
Ipda Hendrico menegaskan, dalam insiden ini tidak ada korban jiwa. Seluruh penumpang berhasil diselamatkan berkat sinergi yang cepat antara Polairud, TNI AL, dan masyarakat nelayan setempat.
Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama, dan kerja sama yang solid menjadikan operasi ini sukses.
"Saya ingin mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelamatan ini. Semua penumpang selamat berkat kerja keras dan kesigapan tim yang tidak kenal lelah," ujar Hendrico.
Saat ini, dua ABK kapal yang terlibat dalam insiden tersebut telah dimintai keterangan oleh Satreskrim Polres Batu Bara dan Unit Polairud guna penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab pasti kerusakan kapal.
Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya standar keselamatan dalam transportasi laut, terutama untuk aktivitas wisata yang melibatkan banyak penumpang.
Meski keberhasilan penyelamatan ini patut diapresiasi, namun tetap menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dan memastikan kesiapan operasional kapal agar kejadian serupa tidak terulang kembali.*