Korban akibat di Manado akibat gempa bumi tektonik berkekuatan 7,6 magnitudo yang terjadi di perairan Bitung, Sulawesi Utara, Kamis pagi (2/4). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
MANADO – Gempa bumi tektonik berkekuatan 7,6 magnitudo yang terjadi di perairan Bitung, Sulawesi Utara, Kamis pagi (2/4), menyebabkan dua korban di Kota Manado.
Juru Bicara Basarnas Sulawesi Utara, Nuriadin Gumeleng, mengungkapkan bahwa salah seorang korban meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan, sementara korban kedua mengalami patah kaki akibat melompat dari toko.
"Korban pertama meninggal dunia tertimpa reruntuhan dan telah dibawa ke rumah sakit, sementara korban kedua mengalami cedera patah kaki akibat melompat dari toko," kata Gumeleng saat memberikan keterangan pers di Manado, Kamis.
Hingga saat ini, tim SAR masih melakukan pencarian untuk memastikan apakah ada warga lain yang menjadi korban akibat gempa yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Tim Basarnas dan pihak berwenang lainnya tetap siaga dalam melakukan evakuasi dan memantau kondisi di lapangan.
Gempa bumi yang terjadi pada pukul 06.48 WITA tersebut berlokasi di 1,25° lintang utara dan 126,27° bujur timur, dengan kedalaman 62 km di dasar laut.
Pusat gempa berada di perairan Bitung, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara, yang menyebabkan guncangan kuat hingga terasa di Kota Manado dan sejumlah daerah lainnya di sekitar kawasan tersebut.
Pihak BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, mengingat potensi dampak dari gempa tersebut.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, mengatakan bahwa tujuh daerah di Provinsi Maluku Utara dan Sulawesi Utara berpotensi mengalami tsunami setelah gempa tersebut.
Adapun tujuh wilayah yang berpotensi siaga tsunami adalah Ternate, Halmahera, Tidore, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa bagian selatan, Kabupaten Minahasa Selatan bagian selatan, dan Kabupaten Minahasa Utara bagian selatan.
BMKG juga mengimbau masyarakat di wilayah pesisir untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui saluran komunikasi yang terverifikasi.
Meski terjadi peringatan dini tsunami, BMKG menegaskan agar masyarakat tidak panik dan tetap tenang.
Pihak berwenang meminta agar warga menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa dan memastikan bahwa tempat tinggal mereka aman sebelum kembali beraktivitas di dalamnya.
Peringatan resmi hanya akan disampaikan oleh BMKG dan lembaga terkait lainnya melalui saluran komunikasi resmi, seperti website BMKG dan akun media sosial yang telah terverifikasi.
BMKG dan instansi terkait terus melakukan pemantauan gempa dan potensi tsunami yang mungkin terjadi di kawasan tersebut.
Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti perkembangan terkini dan memperhatikan petunjuk yang diberikan oleh pihak berwenang.*