Puluhan anak-anak dari berbagai desa di Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG pada Kamis (26/2/2026) sore. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
JAKARTA – Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat sebanyak 4.755 kasus keracunan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepanjang Januari hingga Februari 2026.
Angka tersebut dinilai sebagai sinyal serius perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program pemerintah itu.
Ketua Dewan Pakar FSGI, Retno Listyarti, mengatakan pada Februari 2026 jumlah korban keracunan tercatat 1.920 orang, menurun 32,2 persen dibandingkan Januari yang mencapai 2.835 orang.
Namun, secara kumulatif, jumlah tersebut justru menunjukkan persoalan yang lebih besar.
"Dalam dua bulan pertama tahun 2026 jumlah korban sudah mencapai 4.755 orang. Rata-rata setiap bulan ada 2.377,5 korban," kata Retno dalam keterangan tertulis, Minggu (5/4/2026).
Menurut Retno, penurunan angka bulanan tidak bisa dijadikan indikator keberhasilan.
Ia menilai, faktor Ramadhan dan libur Idul Fitri turut memengaruhi penurunan tersebut, sehingga tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
"Ketika jumlahnya ribuan, itu bukan lagi kesalahan kecil, melainkan tanda bahwa evaluasi besar-besaran perlu dilakukan," ujarnya.
Ketua Umum FSGI, Fahriza Marta Tanjung, menyebutkan jumlah korban keracunanMBG pada awal 2026 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), sepanjang 2025 tercatat 20.012 korban atau rata-rata 1.667,7 orang per bulan.
Dengan demikian, rata-rata korban bulanan pada 2026 meningkat sekitar 42,56 persen.
"Ini bukan kenaikan kecil. Dalam waktu yang lebih singkat, jumlah korban justru bertambah lebih cepat," kata Fahriza.