BREAKING NEWS
Kamis, 16 April 2026

Tragis di Tanjung Tiram, Pria 32 Tahun Ditemukan Meninggal Diduga Akhiri Hidup

Muhammad Taufik - Kamis, 16 April 2026 18:41 WIB
Tragis di Tanjung Tiram, Pria 32 Tahun Ditemukan Meninggal Diduga Akhiri Hidup
Seorang pria, warga Dusun IV, Desa Suka Maju, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, ditemukan meninggal dunia diduga kuat akibat mengakhiri hidup sendiri, pada Kamis (16/4/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BATU BARA – Suasana duka menyelimuti warga Dusun IV, Desa Suka Maju, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara.

Masyarakat digegerkan dengan penemuan seorang pria yang ditemukan meninggal dunia diduga kuat akibat mengakhiri hidup sendiri, pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Korban diketahui bernama lengkap Riki Wira Nata Subarja (32), atau akrab disapa Wira. Ia merupakan warga tetap Dusun III Desa Suka Maju.

Jasad korban ditemukan tidak bernyawa di Gang Setia, tepatnya di depan rumah warga bernama Ama Kusrin.

Baca Juga:

Lokasi penemuan ini berada tidak jauh dari area sekolah setempat dan juga tidak terlalu jauh dari kediaman keluarga korban.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak keluarga, diduga kuat korban mengakhiri hidupnya karena sedang mengalami tekanan batin atau depresi yang dideritanya belakangan ini.

Ibu kandung korban, Tuti Mariani (62), menyampaikan kesedihan mendalam namun berbesar hati menerima takdir tersebut.

"Kami menerima kejadian ini dengan ikhlas," ujar Tuti mewakili keluarga.

Untuk meredam spekulasi yang berkembang di masyarakat, pihak keluarga secara resmi telah membuat surat pernyataan yang ditandatangani di hadapan saksi-saksi dan perangkat desa.

Surat tersebut disaksikan oleh M. Sahlan dan Sofyan Kirana, serta diketahui dan ditandatangani oleh Kepala Desa Suka Maju, Amri.

Dalam surat pernyataan itu, keluarga menegaskan beberapa poin penting:

1.Keluarga tidak menuntut pihak mana pun atas peristiwa yang menimpa korban.
2.Meyakini bahwa dalam kejadian tersebut tidak terdapat unsur tindak pidana atau campur tangan orang lain.
3.Secara tegas menolak dilakukan visum et repertum maupun autopsi terhadap jenazah almarhum.
4.Menyatakan tidak akan membuat laporan polisi dan siap bertanggung jawab penuh apabila di kemudian hari ada pihak keluarga yang mengingkari isi pernyataan tersebut.

Peristiwa naas ini kembali menjadi tamparan keras serta pengingat bagi kita semua betapa pentingnya memperhatikan kesehatan mental dan kondisi psikologis orang-orang terdekat di lingkungan sekitar.

Masyarakat diimbau untuk lebih peka, peduli, dan tidak segan menawarkan bantuan atau sekadar mendengarkan keluh kesah keluarga maupun teman yang sedang mengalami masalah, agar tragedi memilukan seperti ini tidak lagi terulang di masa mendatang.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
AI, Anak SD 12 Tahun, Bunuh Ibu: Psikolog Jelaskan Faktor Pemicu
Pemuda Diduga Depresi Serang Warga di Depan Kantor PLN Tanjung Tiram, Danramil Bertindak Cepat Amankan Pelaku
Sering Bengong, Apakah Tanda Gangguan Mental? Simak Penjelasannya
Asupan Kalsium Saat Hamil Bisa Kurangi Risiko Depresi pada Anak, Ini Penjelasannya
Pelajar di Labusel Akhiri Hidup Diduga Depresi karena Alami Pelecehan, Abang dan Pacar Jadi Tersangka
Dinas Kesehatan DKI Targetkan Semua Puskesmas Jakarta Punya Psikolog di 2025
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru