BREAKING NEWS
Selasa, 26 Mei 2026

Miris! Siswa SMK di Samarinda Meninggal Diduga Karena Sepatu Kekecilan, DPR Buka Suara

Dharma - Selasa, 05 Mei 2026 10:28 WIB
Miris! Siswa SMK di Samarinda Meninggal Diduga Karena Sepatu Kekecilan, DPR Buka Suara
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Komisi X DPR RI menyoroti meninggalnya seorang siswa SMK di Samarinda yang diduga berkaitan dengan penggunaan sepatu sekolah yang sudah tidak sesuai ukuran.

Korban diketahui bernama Mandala Rizky Syaputra, 16 tahun. Ia dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami sakit yang disertai pembengkakan pada bagian kaki.

Kasus tersebut menjadi perhatian publik karena dinilai mencerminkan persoalan yang lebih luas, mulai dari keterbatasan ekonomi keluarga hingga akses layanan kesehatan.

Baca Juga:

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mengatakan peristiwa itu menjadi peringatan serius bagi dunia pendidikan nasional.

"Peristiwa meninggalnya siswa SMK di Samarinda menjadi pengingat keras bahwa persoalan pendidikan tidak berdiri sendiri, tetapi beririsan langsung dengan aspek kesehatan dan kondisi sosial ekonomi keluarga," kata Lalu pada Selasa, 5 Mei 2026.

Ia menyebut dugaan penggunaan sepatu yang kekecilan sebagai penyebab pembengkakan kaki korban masih perlu ditelusuri secara medis.

Namun, menurut dia, persoalan utama tidak hanya berhenti pada penyebab kematian semata.

Kasus tersebut juga menunjukkan adanya kerentanan sosial akibat keterbatasan ekonomi keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak.

"Kasus ini menegaskan adanya keterbatasan ekonomi yang membuat kebutuhan dasar siswa tidak terpenuhi secara layak serta kemungkinan keterlambatan akses layanan kesehatan," ujarnya.

Lalu menilai sekolah seharusnya tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga memiliki sistem pendeteksian dini terhadap kondisi kesehatan maupun persoalan sosial peserta didik.

Ia mendorong pemerintah memperkuat sinergi lintas sektor, termasuk bantuan perlengkapan sekolah dan layanan kesehatan berbasis sekolah.

Mandala Rizky Syaputra diketahui merupakan anak yatim yang tinggal bersama kakak serta tiga adiknya.

Ibunya, Ratnasari, bekerja sebagai penjual risoles keliling untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Ketua TRC PPA Kalimantan Timur Rina Zainun mengatakan keterbatasan ekonomi keluarga membuat Mandala tetap memakai sepatu lama meski ukurannya sudah tidak sesuai.

"Sepatu itu tetap dipakai setiap hari. Bahkan diganjal dengan foam agar tidak terlalu keras, tapi justru menyebabkan kakinya bengkak," kata Rina.

Ia menjelaskan Mandala menggunakan sepatu ukuran 43 saat duduk di kelas 1 SMK.

Namun seiring pertumbuhan tubuhnya, ukuran kaki korban meningkat menjadi 45.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik terkait pentingnya perlindungan sosial bagi siswa dari keluarga rentan.*


(kp/ad)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Kembali Loyo Hari Ini, Dolar AS Sentuh Level Rp17.400
IHSG Merah di Awal Perdagangan, Dibuka Melemah ke Level 6.968
Gus Ipul Buka Suara soal Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Rp27 Miliar, Rp700 Ribu per Pasang
Sinergi Pemko Tanjungbalai, BPS dan Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026: Data Akurat Jadi Kunci Kebijakan Tepat Sasaran
Polda Sumut Ungkap Alasan Wakil Ketua DPRD Deli Serdang Tidak Ditahan Meski Sudah Tersangka
Butuh Modal Usaha? KUR BNI 2026 Tawarkan Pinjaman Hingga Rp500 Juta, Cicilan 1-5 Tahun
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru