BREAKING NEWS
Senin, 01 Juni 2026

Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak, 5 Tewas, 19 Warga Terluka dan 55 Mengungsi

Adelia Syafitri - Senin, 01 Juni 2026 19:16 WIB
Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak, 5 Tewas, 19 Warga Terluka dan 55 Mengungsi
Rumah warga di kompleks nelayan di Biak Numfor yang hancur akibat ledakan bom. (Foto: Humas Polda Papua)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BIAK NUMFOR – Korban ledakan bom yang diduga merupakan sisa peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, terus bertambah. Hingga Senin (1/6/2026), Polda Papua mencatat sebanyak lima orang meninggal dunia dan 19 lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengatakan seluruh korban luka telah mendapatkan penanganan medis dari tim kesehatan setempat.

"Sebanyak 19 orang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis," ujar Cahyo dalam keterangan resminya.

Baca Juga:

Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, ledakan dahsyat tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil pendataan sementara, sedikitnya 12 bangunan terdampak ledakan. Terdiri atas tiga bangunan mengalami kerusakan ringan, yakni dua unit rumah dan satu gereja, serta sembilan bangunan lainnya mengalami kerusakan berat.

Empat rumah yang berada tepat di sekitar titik ledakan dilaporkan hancur total, sementara lima bangunan lainnya mengalami rusak berat akibat kuatnya daya ledak.

"Berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat 12 bangunan yang terdampak, terdiri dari tiga bangunan rusak ringan dan sembilan bangunan mengalami kerusakan parah," kata Cahyo.

Dampak ledakan juga memaksa puluhan warga meninggalkan tempat tinggal mereka untuk sementara waktu. Polda Papua mencatat sebanyak 55 warga mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.

Jumlah pengungsi tersebut terdiri dari tiga balita dan 52 warga dewasa yang saat ini masih membutuhkan bantuan serta pendampingan.

"Sebanyak 55 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman, terdiri dari tiga balita dan 52 orang dewasa," ujarnya.

Sebelumnya, ledakan terjadi di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.45 WIT.

Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan pihaknya masih terus melakukan identifikasi dan penyelidikan di lokasi kejadian guna memastikan penyebab ledakan serta kemungkinan adanya material berbahaya lain di sekitar area tersebut.

Dari data sementara, polisi telah mengidentifikasi lima korban meninggal dunia. Sementara proses pencarian terhadap korban lain masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

"Kami sudah mengidentifikasi korban kurang lebih lima meninggal dunia dan tiga masih dalam pencarian," ujar Ari.

Saat ini, tim Gegana Polda Papua juga telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran dan sterilisasi guna memastikan tidak ada lagi bahan peledak sisa perang yang dapat membahayakan masyarakat.*

(in/dh)

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru