Bukan Karena Tembakan, Labfor Polda Sumut Ungkap Penyebab Pecahnya Kaca Rumah Dinas Wabup Deli Serdang
DELI SERDANG Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara memastikan pecahnya kaca jendela rumah dinas Wakil Bupati Deli Serd
PERISTIWA
BIAK NUMFOR – Korban ledakan bom yang diduga merupakan sisa peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, terus bertambah. Hingga Senin (1/6/2026), Polda Papua mencatat sebanyak lima orang meninggal dunia dan 19 lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengatakan seluruh korban luka telah mendapatkan penanganan medis dari tim kesehatan setempat.
"Sebanyak 19 orang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis," ujar Cahyo dalam keterangan resminya.Baca Juga:
Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, ledakan dahsyat tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, sedikitnya 12 bangunan terdampak ledakan. Terdiri atas tiga bangunan mengalami kerusakan ringan, yakni dua unit rumah dan satu gereja, serta sembilan bangunan lainnya mengalami kerusakan berat.
Empat rumah yang berada tepat di sekitar titik ledakan dilaporkan hancur total, sementara lima bangunan lainnya mengalami rusak berat akibat kuatnya daya ledak.
"Berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat 12 bangunan yang terdampak, terdiri dari tiga bangunan rusak ringan dan sembilan bangunan mengalami kerusakan parah," kata Cahyo.
Dampak ledakan juga memaksa puluhan warga meninggalkan tempat tinggal mereka untuk sementara waktu. Polda Papua mencatat sebanyak 55 warga mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
Jumlah pengungsi tersebut terdiri dari tiga balita dan 52 warga dewasa yang saat ini masih membutuhkan bantuan serta pendampingan.
"Sebanyak 55 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman, terdiri dari tiga balita dan 52 orang dewasa," ujarnya.
Sebelumnya, ledakan terjadi di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.45 WIT.
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan pihaknya masih terus melakukan identifikasi dan penyelidikan di lokasi kejadian guna memastikan penyebab ledakan serta kemungkinan adanya material berbahaya lain di sekitar area tersebut.
Dari data sementara, polisi telah mengidentifikasi lima korban meninggal dunia. Sementara proses pencarian terhadap korban lain masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
"Kami sudah mengidentifikasi korban kurang lebih lima meninggal dunia dan tiga masih dalam pencarian," ujar Ari.
Saat ini, tim Gegana Polda Papua juga telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran dan sterilisasi guna memastikan tidak ada lagi bahan peledak sisa perang yang dapat membahayakan masyarakat.*
(in/dh)
DELI SERDANG Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara memastikan pecahnya kaca jendela rumah dinas Wakil Bupati Deli Serd
PERISTIWA
MEDAN Tim gabungan masih melanjutkan proses evakuasi korban ledakan yang terjadi di rumah nomor 3B, Komplek Grand Polonia, Kota Medan, S
PERISTIWA
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menanggapi banjir yang kembali melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Ia meminta Peme
PERISTIWA
LANGKAT Kisah cinta pasangan muda di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang memilih menikah meski berbeda keyakinan, berujung pada pros
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkap bahwa kliennya pernah mengajukan pinjaman bank senilai sekitar Rp10 miliar u
ENTERTAINMENT
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Aceh
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau langsung lokasi ledakan yang menghancurkan sebuah rumah di Kompleks Grand Poloni
PERISTIWA
MEDAN Lembaga Bantuan Hukum (LBH) BetulBetul melayangkan pengaduan masyarakat (Dumas) ke Polda Sumatera Utara terhadap PT Pertamina Pat
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Sejumlah massa yang tergabung dalam Himpunan Organisasi Transparansi dan Mencegah Aksi Korupsi (HOTMA) menggelar aksi damai di dep
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Rapat Paripurna DPRD Sumatera Utara yang membahas pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2025
PEMERINTAHAN