Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Sejumlah perwakilan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) akhirnya tiba di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat, 12 Juni 2026 siang, setelah sempat tertahan blokade aparat kepolisian di sejumlah titik.
Pantauan di lokasi, lima perwakilan yang terdiri dari pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas dan BEM UI tiba sekitar pukul 13.50 WIB.
Mereka menggunakan taksi daring setelah bus rombongan mahasiswa tidak dapat melanjutkan perjalanan karena diadang polisi di kawasan Jalan Gatot Subroto.
Baca Juga:
Setibanya di Bundaran HI, para mahasiswa langsung menyampaikan keterangan kepada awak media di depan Pos Polisi Bundaran HI.
Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, mengatakan mahasiswa menolak arahan aparat kepolisian yang meminta massa aksi memindahkan lokasi unjuk rasa ke Gedung DPR/MPR RI.
Menurut dia, aksi di ruang publik seperti Bundaran HI dipilih agar pesan yang disampaikan dapat menjangkau masyarakat luas.
"Kami ingin menyampaikan bagaimana kondisi yang terjadi di negeri ini, dan rakyat berhak untuk tahu," kata Dimas di lokasi, Jumat.
Ia menegaskan, aksi tidak ditujukan hanya kepada lembaga tertentu, melainkan sebagai bentuk penyampaian aspirasi terbuka di ruang publik.
Ia juga menyebut adanya upaya pembatasan ruang gerak mahasiswa dalam menyampaikan pendapat.
Ketua BEM Sekolah Tinggi Nurul Fikri, Adelia, menyatakan pemindahan lokasi aksi yang diminta aparat merupakan bentuk pembungkaman terhadap suara mahasiswa.
Menurut dia, aksi di ruang-ruang publik menjadi simbol bahwa aspirasi masyarakat tidak hanya disampaikan di gedung pemerintahan.
Sementara itu, Ketua BEM UI, Yatalathof Imawan, mengkritik fungsi representasi lembaga legislatif yang menurutnya tidak lagi berjalan optimal dalam menampung aspirasi publik.
Ia juga menyebut sejumlah kebijakan pemerintah dan DPR tidak melalui proses partisipasi publik yang memadai.
Dalam perjalanan menuju Bundaran HI, massa mahasiswa sempat terpecah akibat blokade aparat di sejumlah titik.
Sebagian rombongan tertahan di kawasan Semanggi, GBK, hingga sekitar Gedung DPR RI.
Ketua BEM FIB UI, Lintang, mengatakan sebagian massa kemudian melakukan long march menuju area TVRI setelah tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Hingga siang hari, sebagian massa masih dilaporkan tertahan di sekitar kawasan TVRI sambil mencari jalur alternatif untuk bergabung dengan aksi utama di Bundaran HI.
Aksi ini sebelumnya direncanakan diikuti sekitar 1.500 mahasiswa dari berbagai fakultas UI dengan sejumlah tuntutan, di antaranya:
- Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
- Menurunkan harga kebutuhan pokok serta bahan bakar minyak (BBM).
- Menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
- Menghentikan praktik militerisme di ranah sipil.
- Mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk tidak menghindar dan mengakui kesalahan kebijakan pemerintah.
Kelima tuntutan tersebut disampaikan sebagai bentuk kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan masyarakat luas.*
(km/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.