BREAKING NEWS
Senin, 06 Juli 2026

Detik-detik Truk Rem Blong Hantam 13 Kendaraan di Kotapinang Terungkap, 2 Orang Tewas dan 13 Terluka

Abyadi Siregar - Senin, 06 Juli 2026 16:25 WIB
Detik-detik Truk Rem Blong Hantam 13 Kendaraan di Kotapinang Terungkap, 2 Orang Tewas dan 13 Terluka
Kecelakaan beruntun yang melibatkan sedikitnya 13 kendaraan di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (4/7/2026) malam. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

LABUHANBATU SELATAN – Kepolisian mengungkap kronologi kecelakaan beruntun yang melibatkan sedikitnya 13 kendaraan di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (4/7/2026) malam.

Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan 13 lainnya mengalami luka-luka.

Pelaksana Sementara (Ps) Kasubsi Penmas Polres Labuhanbatu Selatan, Bripka Sukardi, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 23.30 WIB.

Baca Juga:

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, insiden diduga dipicu oleh truk bermuatan bahan kelontong yang mengalami kegagalan fungsi pengereman saat melaju dari arah Kota Medan menuju Provinsi Riau.

"Diduga truk bermuatan bahan kelontong mengalami rem blong saat datang dari arah Kota Medan menuju Provinsi Riau yang mengakibatkan tabrakan beruntun," ujar Sukardi.

Menurut Sukardi, setelah sistem pengereman diduga tidak berfungsi, truk melaju tanpa kendali dan menghantam sejumlah kendaraan yang berada di depannya.

Sedikitnya dua unit mobil, tiga becak motor, serta tujuh sepeda motor ikut menjadi korban dalam tabrakan beruntun tersebut.

"Insiden ini menyebabkan 1 orang meninggal di lokasi kejadian, 1 orang meninggal karena luka berat di rumah sakit, dan 13 orang lainnya terluka," ujar Sukardi.

Hingga kini, kepolisian belum mengungkap identitas sopir truk maupun para korban yang meninggal dan mengalami luka-luka.

Aparat masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi kendaraan dan mengumpulkan keterangan dari para saksi.

Peristiwa tersebut juga menjadi perhatian publik setelah sejumlah video yang direkam warga beredar luas di media sosial.

Dalam salah satu video yang diunggah akun Instagram @jayalabusel, terlihat suasana di lokasi kejadian dipenuhi warga yang berupaya menolong para korban.

Beberapa kendaraan tampak mengalami kerusakan parah.

Selain mobil dan sepeda motor, gerobak milik pedagang di sekitar lokasi juga hancur akibat dihantam truk yang melaju tanpa kendali.

Dalam video tersebut terdengar suara perekam yang menggambarkan kepanikan saat kecelakaan terjadi.

"Telah terjadi kecelakaan di pusat Kota Pinang, gawat ya Allah, gerobak habis semua, ini juga truk astagfirullah, malam ini ya," ujar perekam video.

Polres Labuhanbatu Selatan menyatakan proses penyelidikan masih berlangsung.

Polisi akan mendalami dugaan rem blong sebagai penyebab utama kecelakaan sekaligus memeriksa kondisi teknis kendaraan untuk memastikan faktor yang menyebabkan truk kehilangan kendali.

Sementara itu, para korban luka masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Aparat juga mengimbau para pengemudi kendaraan angkutan barang agar rutin melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman, sebelum melakukan perjalanan jarak jauh guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa.* (km/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bupati Labusel Jenguk Korban Kecelakaan Maut Kotapinang, Janji Biaya Pengobatan Diurus hingga Tuntas
Jangan Kaget! Petugas Bapenda Sumut Akan Datangi Rumah Warga, Ini Tujuannya
Tak Ingin Jalan Lubukpakam–Galang Cepat Rusak, Pemprov Sumut Alihkan Truk Bertonase Besar ke Jalur Alternatif
Waspada Modus Baru! Pria Berseragam Polisi Tipu Satpol PP Medan, Motor Raib Dibawa Kabur
Gibran Tinjau Pabrik Motor Listrik United E-Motor, Dukung Percepatan Ekosistem Kendaraan Listrik
Indonesia Belum Punya Mobil Nasional, Prabowo: Sudah 81 Tahun Merdeka, Kenapa Belum Bisa?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru