BREAKING NEWS
Senin, 13 Juli 2026

Bayi Perempuan Ditemukan Mengapung di Sungai Arakundo, Polres Aceh Timur Lakukan Penyelidikan

T.Jamaluddin - Senin, 13 Juli 2026 08:11 WIB
Bayi Perempuan Ditemukan Mengapung di Sungai Arakundo, Polres Aceh Timur Lakukan Penyelidikan
Polres Aceh Timur, membawah jenazah bayi perempuan ke Puskesmas Simpang Ulim untuk menjalani pemeriksaan medis. Jenazah ditemukan mengapung di aliran Sungai Arakundo, tepatnya di Dusun Blang Raya, Kec. Simpang Ulim, Minggu (12/7/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH TIMURPolres Aceh Timur, Polda Aceh, masih menyelidiki penemuan jenazah seorang bayi perempuan yang ditemukan mengapung di aliran Sungai Arakundo, tepatnya di Dusun Blang Raya, Desa Kuala Teupin Breuh, Kecamatan Simpang Ulim, Minggu (12/7/2026).

Peristiwa tersebut menjadi perhatian aparat kepolisian.

Selain mengungkap identitas bayi, penyidik juga menelusuri pihak yang diduga bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Baca Juga:

Informasi mengenai penemuan bayi pertama kali diterima personel piket Polsek Simpang Ulim sekitar pukul 14.00 WIB.

Petugas kemudian menuju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara sebelum Tim Identifikasi Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Timur melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi melalui Kasat Reskrim AKP Novrizaldi mengatakan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh guna mengungkap identitas bayi maupun pihak yang diduga membuangnya.

"Setiap informasi sekecil apa pun akan kami dalami. Fokus kami saat ini adalah mengungkap identitas bayi serta menelusuri siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa ini. Kami mengajak masyarakat yang mengetahui informasi terkait untuk turut membantu penyelidikan dengan menyampaikannya kepada kepolisian," ujar AKP Novrizaldi.

Setelah dievakuasi dari lokasi, jenazah bayi dibawa ke Puskesmas Simpang Ulim untuk menjalani pemeriksaan medis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, bayi berjenis kelamin perempuan tersebut diperkirakan berusia sekitar dua hari saat ditemukan.

Hasil pemeriksaan luar juga menunjukkan tidak ditemukan indikasi kekerasan yang menjadi penyebab kematian.

Namun, penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, bayi pertama kali terlihat hanyut di aliran sungai sebelum dievakuasi ke tepi oleh seorang warga menggunakan pelepah sawit.

Perangkat desa kemudian melaporkan penemuan itu kepada pihak kepolisian.

Selama proses penyelidikan, polisi telah melakukan sejumlah langkah, di antaranya mengamankan lokasi kejadian, memasang garis polisi, melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, mendokumentasikan seluruh temuan di lapangan, serta berkoordinasi dengan Polsek Simpang Ulim untuk mendata perempuan yang diketahui melahirkan dalam kurun waktu sekitar satu bulan terakhir.

"Langkah tersebut merupakan bagian dari proses penyelidikan untuk mempersempit pencarian identitas bayi dan memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan perkara ini dapat terungkap secara objektif. Kami bekerja berdasarkan alat bukti dan keterangan yang diperoleh di lapangan," ungkap AKP Novrizaldi.

Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan medis selesai dilakukan, jenazah bayi dimandikan dan dimakamkan oleh masyarakat Dusun Blang Raya, Desa Kuala Teupin Breuh, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur.

Polres Aceh Timur mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa tersebut agar segera menyampaikannya kepada kepolisian guna membantu proses penyelidikan.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Kicau Mania Kapolresta Cup 2026 di Banda Aceh Perebutkan Hadiah Rp40 Juta
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Senin 13 Juli 2026: Sebagian Besar Wilayah Berawan
Senam Bersama di Banda Aceh, Sekda M. Nasir Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Kebakaran Hebat Hanguskan Sekitar 500 Kios di Pasar Sibolga Nauli, Kerugian Ditaksir Capai Rp10 Miliar
Dua Polisi Samosir Diduga Jadi Pengedar Sabu, Kapolres Buka Suara
Polres Batu Bara Bongkar Peredaran Pod Getar Diduga Mengandung Etomidate, Empat Orang Ditangkap
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru