Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Ia juga mengajak masyarakat mendoakan agar proses pencarian berjalan lancar dan seluruh korban yang masih tertimbun segera ditemukan.
"Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan," katanya.
Terkait penyebab ledakan, Rico menyebut dugaan awal mengarah pada kebocoran gas.
Namun, ia menegaskan penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian dan pemeriksaan laboratorium forensik.
"Indikasi awal memang mengarah pada kebocoran gas. Namun, kami belum bisa menyimpulkan karena penyebab pastinya masih didalami pihak kepolisian. Nanti akan dijelaskan secara resmi dan mendetail pemicu ya apa, setelah proses penyelidikan selesai agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat," tegasnya.
Rico juga mengatakan persoalan pemulihan rumah-rumah yang terdampak ledakan, termasuk kemungkinan bantuan, asuransi, atau bentuk ganti rugi lainnya, akan dibahas setelah proses evakuasi seluruh korban selesai.
"Untuk itu setelah ini selesai (evakuasi para korban). Nanti akan disampaikan masalahnya," kata Rico.
Menanggapi informasi yang beredar mengenai dugaan kebocoran jaringan gas, Rico menyatakan Pemerintah Kota Medan akan melibatkan pihak Perusahaan Gas Negara (PGN) dalam memberikan penjelasan kepada masyarakat agar informasi yang disampaikan akurat.
"Saya rasa setelah ini dijelaskan lanjut, tadi indikasi awal ada kebocoran gas. Nanti PGN akan ikut serta," ujarnya.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak mengungkapkan pemilik rumah yang mengalami ledakan berinisial C.
"Pemilik rumah inisial C," kata Jean Calvijn.
Hingga berita ini ditulis, tim gabungan yang terdiri dari personel Polri, Brimob, Basarnas, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta relawan masih terus melakukan pencarian di lokasi kejadian.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.