BREAKING NEWS
Jumat, 24 Juli 2026

Niat Ambil Baju ke Rumah, Pelajar Ini Tewas Diduga Tertembak Usai Menonton Tawuran di Medan

Johan - Jumat, 24 Juli 2026 20:57 WIB
Niat Ambil Baju ke Rumah, Pelajar Ini Tewas Diduga Tertembak Usai Menonton Tawuran di Medan
Ika Indah Sari, seorang guru warga Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan mendatangi Polda Sumut, Rabu (22/7/2026). Ia melaporkan kematian anaknya bernama Daffa dengan luka tembak di mata kirinya. (foto: TribunMedan/Fredy Santoso)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Suasana duka masih menyelimuti keluarga Daffa Al Bukhari (17), pelajar kelas 3 SMA yang meninggal dunia diduga akibat tertembak di bagian mata saat terjadi tawuran di kawasan Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan.

Ibunda korban, Ika Indah Sari (38), mengaku hingga kini masih sulit menerima kepergian putra sulungnya.

Guru sekolah dasar itu mengenang malam ketika kabar duka datang secara tiba-tiba.

Baca Juga:

Menurut Ika, pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, empat remaja datang menggedor pintu rumahnya di kawasan Jalan Jermal.

Mereka memberitahukan bahwa Daffa berada di RSU Delima dalam kondisi kritis.

Ika kemudian bergegas menuju rumah sakit bersama keluarganya menggunakan sepeda motor.

Namun setibanya di lokasi, putranya sudah dinyatakan meninggal dunia.

Korban mengalami luka tembak yang diduga berasal dari peluru senapan angin di bagian mata kiri.

Selain itu, terdapat luka pada kepala dan ibu jari kaki yang diduga akibat senjata tajam.

"Kepala dan jempol kakinya juga terluka karena kena senjata tajam," kata Ika, Jumat (24/7/2026).

Ika menegaskan, putranya bukan pelaku tawuran. Ia menjelaskan, sebelum kejadian, Daffa berada di rumah neneknya dan berpamitan untuk pulang mengambil pakaian.

"Sekitar jam setengah 12 malam, dia permisi sama neneknya mau ke rumah saya untuk ambil baju. Tapi, sebelum itu, jam 10 malam, dia juga bilang kayak gitu ke saya," ujarnya.

Dalam perjalanan, Daffa dibonceng rekannya berinisial R menggunakan sepeda motor.

Mereka sempat berhenti di sebuah warung makan sebelum terjadi keributan di sekitar lokasi.

Menurut penuturan keluarga, Daffa bersama temannya kemudian berjalan kaki untuk melihat situasi yang sedang terjadi.

"Terus dia sama kawannya berjalan kaki ke lokasi keributan itu. Dia menonton sebentar. Tak lama, tertembak dia. Temannya juga tak sangka itu. Jadi, dia bukan pelaku tawuran," ucap Ika.

Rekan korban baru dapat mengevakuasi Daffa setelah situasi mulai kondusif. Namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Atas peristiwa tersebut, keluarga telah melaporkan kasus itu ke Polda Sumatera Utara.

Ika berharap aparat kepolisian segera mengungkap pelaku dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.

"Tidak ada orangtua yang mau anaknya seperti ini. Saya hanya ingin keadilan," tandasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan memastikan laporan keluarga korban akan ditindaklanjuti.

Menurutnya, penyidik saat ini tengah mengumpulkan alat bukti serta meminta keterangan para saksi guna mengungkap penyebab pasti kematian Daffa.

"Tentunya akan diproses. Kami akan mencari, mengumpulkan bukti, maupun saksi," kata Ferry.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku serta memastikan kronologi lengkap peristiwa yang menyebabkan seorang pelajar meninggal dunia tersebut.* (km/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Briptu BN Dilaporkan Diduga Hamili Kekasih hingga Melahirkan, Pernah Terseret Kasus Dugaan Pencabulan
KPK Terima Permintaan Supervisi dari Kejagung untuk Penanganan Kasus Febrie Adriansyah
Yusril Ingatkan Dedi Mulyadi Tak Buka Sayembara Tangkap Begal: Jangan Dorong Aksi Main Hakim Sendiri
Pimpinan Jampidsus Berganti, Jaksa Agung Pastikan Kasus Febrie Adriansyah Tak Terpengaruh
104.426 Siswa di Sumut Nikmati Program Sekolah Gratis, Disdik Tegaskan Tidak Termasuk Seragam
BWI Siap Fasilitasi Penyelesaian Status Wakaf Blang Padang, Pemerintah Aceh Sambut Positif
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru