BREAKING NEWS
Senin, 27 Juli 2026

Polisi Masih Buru Titik Kebocoran Gas di Grand Polonia Medan, Ini Kendalanya

Adelia Syafitri - Senin, 27 Juli 2026 15:34 WIB
Polisi Masih Buru Titik Kebocoran Gas di Grand Polonia Medan, Ini Kendalanya
Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan. (Foto: Rahmat Utomo/Kompas)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDANPolda Sumatera Utara (Sumut) masih menyelidiki titik kebocoran pipa gas bawah tanah yang diduga menjadi penyebab ledakan di Kompleks Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan. Hingga kini, proses penyelidikan belum membuahkan hasil karena tim menghadapi kendala pada struktur bangunan yang dinilai cukup kokoh.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan penyidik masih terus melakukan penelusuran untuk memastikan lokasi pasti kebocoran gas yang memicu ledakan pada Senin (20/7/2026) sore.

"Saat ini masih kami telusuri titik kebocoran tersebut," ujar Ferry, Senin (27/7/2026).

Baca Juga:

Menurut Ferry, proses penyelidikan tidak bisa dilakukan secara cepat karena jaringan pipa berada di dalam struktur bangunan. Kondisi tersebut membuat tim harus bekerja lebih hati-hati agar tidak memicu kebocoran baru selama proses pembongkaran.

"Kendalanya karena kondisi pipa berada di dalam bangunan, sehingga membutuhkan waktu lebih banyak untuk penyelidikan," katanya.

Selain itu, petugas juga dituntut bekerja dengan tingkat kehati-hatian tinggi saat melakukan penggalian di sekitar lokasi kejadian.

"Tim harus hati-hati menggali agar tidak menyebabkan kebocoran baru," lanjutnya.

Sebelumnya, ledakan hebat terjadi di Kompleks Grand Polonia, Jalan Mustang, Kecamatan Medan Polonia, Senin (20/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga ledakan dipicu oleh kebocoran pipa gas bawah tanah.

Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, yakni Jesika yang merupakan istri pemilik rumah, serta Ros dan Sinta yang diketahui bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) dan pengasuh anak.

Selain korban meninggal, empat orang lainnya dilaporkan selamat. Mereka terdiri dari seorang balita perempuan berinisial J berusia dua tahun, Hasan yang merupakan orang tua pemilik rumah, seorang kurir bernama Yuda, dan seorang sopir.

Hingga kini, Polda Sumut masih mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan pendalaman teknis guna memastikan penyebab pasti ledakan serta titik kebocoran gas yang menjadi sumber insiden tersebut.* (mi/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru