Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
KARO — Ratusan murid dari lima sekolah di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu, 12 Agustus 2026.
Menyusul kejadian tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan makanan itu dihentikan sementara operasionalnya.
"SPPG-nya sudah kita suspend," kata Kasubag Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan, Erdianta Sitepu, Kamis, 13 Agustus 2026 malam.
Baca Juga:
SPPG yang dihentikan tersebut bernama SPPG Karo Berastagi Sempajaya di bawah Yayasan Manunggal Kartika Jaya.
Berdasarkan surat yang beredar, SPPG tersebut diberhentikan dari seluruh hak operasionalnya paling lama selama 30 hari.
Dalam surat itu disebutkan terdapat sejumlah kewajiban yang harus dipenuhi oleh pengelola SPPG apabila ingin kembali menjalankan operasionalnya.
Surat tersebut ditandatangani oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional.
Sebelumnya, ratusan murid dari lima sekolah di Kabupaten Karo dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu MBG.
Makanan yang dikonsumsi para murid berasal dari SPPG yang sama.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Utara Wilayah IV, Zulkarnain Barus, mengatakan kejadian tersebut berlangsung setelah para siswa menyantap makanan saat jam makan siang.
Sebanyak 265 murid dari tiga sekolah tingkat SMA dan SMK mengalami gejala keracunan.
Ketiga sekolah tersebut yakni SMAN 1 Berastagi, SMK Swasta Bersama, dan SMA Swasta Bersama.
"Sekolah kita ada tiga, SMAN 1 Berastagi, SMK Swasta Bersama, SMA Swasta Bersama," kata Zulkarnain Barus saat dihubungi, Kamis, 13 Agustus 2026.
Rinciannya, 202 murid SMAN 1 Berastagi mengalami gejala keracunan. Kemudian 25 murid dari SMA Swasta Bersama dan 38 murid dari SMK Swasta Bersama.
Totalnya mencapai 265 murid.
Zulkarnain mengatakan menu MBG yang dibagikan pada hari itu terdiri atas sayur kol, wortel, dan gulai ikan dencis.
Dugaan sementara dari sejumlah siswa, gejala keracunan muncul setelah mereka menyantap ikan tersebut.
"Kalau menunya tadi saya lihat itu, sayurnya sayur kol ya, wortel sama kol, kemudian ikannya dencis, gulai, diperkirakan itu dari ikan dencis itu perkiraan sementara itu dari siswa, begitu dimakannya, langsung gatal-gatal mulutnya, gitu," jelasnya.
Gejala yang dialami para siswa bermula dari rasa gatal pada bagian mulut. Sebagian siswa kemudian mengalami gatal pada kulit hingga sesak napas.
"Makanya gejala awal itu langsung mulutnya gatal-gatal, getir gitu, baru ada yang ke kulitnya gatal dan apa namanya, sesak," ucapnya.
Selain tiga sekolah SMA dan SMK tersebut, gejala keracunan juga dialami murid dari dua sekolah tingkat SMP, yakni SMP Negeri 3 Kabanjahe dan SMP Swasta Bersama.
Zulkarnain mengatakan kedua sekolah tersebut juga menerima makanan dari dapur SPPG yang sama.
Namun, jumlah siswa SMP yang mengalami gejala keracunan belum diketahui.
"SMP pun ada (keracunan) karena dapurnya sama, punya Kodim, tapi data siswanya belum bisa dapat kalau yang SMP," ujarnya.
Para murid yang mengalami gejala keracunan kemudian mendapat penanganan medis di empat rumah sakit.
Siswa dengan kondisi paling berat dilaporkan mengalami sesak napas.
"Sebenarnya kalau kondisinya stabil semua di rumah sakit, cuma karena panik aja tadi di awal," tuturnya.
Operasional SPPG Karo Berastagi Sempajaya kini dihentikan sementara.
Penghentian tersebut dilakukan sembari pengelola memenuhi sejumlah kewajiban yang ditetapkan Badan Gizi Nasional sebelum dapur MBG dapat kembali beroperasi.* (d/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.