Presiden Iran Sampaikan Duka atas Gempa M 7,7 Flores, Siap Kirim Bantuan Medis
JAKARTA Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan belasungkawa atas gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggar
NASIONAL
KARO — Tangis Fitriani br Sijabat pecah saat bertemu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono di Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Ahad, 16 Agustus 2026.
Putrinya, Agnesia Paruliana br Silitonga, merupakan salah satu pelajar yang diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Agnesia, pelajar SMAN 1 Berastagi, masih menjalani perawatan ketika Sudaryono datang meninjau kondisi para siswa yang terdampak.Baca Juga:
Di hadapan Kepala BGN, Fitriani meminta penjelasan mengenai penyebab gangguan kesehatan yang dialami putrinya.
"Apa sebenarnya racun yang dimakan anak saya, agar kami tahu cara mengobatinya," ujar Fitriani.
Fitriani mengatakan Agnesia pertama kali mendapat perawatan di RS Amanda Berastagi setelah mengalami gangguan pernapasan dan sesak pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Setelah mendapat penanganan medis, Agnesia sempat diperbolehkan pulang.
Namun, kondisi putrinya kembali memburuk. Agnesia mengalami keluhan mual dan gatal-gatal sehingga keluarga membawanya kembali ke rumah sakit.
Agnesia kemudian menjalani perawatan di RS Efarina Etaham Berastagi.
Fitriani mengatakan dirinya ingin mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami anaknya agar pengobatan yang diberikan sesuai dengan kondisi Agnesia.
"Aku tidak mau salah obat. Nanti rusak ginjalnya, siapa lagi yang bertanggung jawab," ucapnya.
Menurut Fitriani, kepastian mengenai penyebab gangguan kesehatan penting bagi keluarga.
Ia juga menyebut masyarakat Karo memiliki pengetahuan mengenai pengobatan tradisional yang berkembang di tengah masyarakat.
"Intinya kami mau obat yang cocok dengan penyakitnya," katanya.
Fitriani juga mempertanyakan bentuk pertanggungjawaban BGN setelah ratusan siswa diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG.
Ia meminta pemerintah tidak hanya datang melihat kondisi korban, tetapi juga memberikan penjelasan yang jelas kepada keluarga mengenai penyebab kejadian dan langkah penanganannya.
"Pertanggungjawaban yang mana yang kalian bilang, anak saya ini sebenarnya kenapa, tolong jangan cuma datang dan melihat, kasih kami keterangan yang jelas," tegas Fitriani.
Sudaryono datang ke Sumatera Utara untuk melihat langsung kondisi siswa yang masih menjalani perawatan.
Sebelumnya, ia meninjau korban di RS Haji Medan sebelum bertolak ke Kabupaten Karo.
Menanggapi keluhan orang tua korban, Sudaryono mengatakan hasil investigasi kasus dugaan keracunan MBG akan disampaikan secara terbuka.
Ia memastikan BGN tidak akan menutupi penyebab kejadian tersebut.
Berdasarkan pemeriksaan awal yang diperoleh BGN, dugaan masalah mengarah pada ikan yang disebut tidak disimpan di ruang pendingin selama lebih dari 12 jam.
Sudaryono juga mengakui adanya kelalaian di lingkungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilainya fatal.
"Hasil uji sudah ada di Dinas Kesehatan. Itu ada kelalaian yang fatal dan kita sudah lakukan penutupan dapur, dan kepala SPPG sudah kita copot," ujar Sudaryono.
Dapur SPPG yang berkaitan dengan kejadian tersebut telah ditutup. Kepala SPPG juga dicopot dari jabatannya.
Kasus dugaan keracunan MBG di Berastagi terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Sejumlah pelajar dari SMAN 1 Berastagi, SMA Bersama, dan SMK Negeri 1 Berastagi mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dari program MBG.
Sebagian siswa harus mendapat penanganan di rumah sakit. Jumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan dilaporkan mencapai lebih dari 300 orang.
Berdasarkan data hingga Ahad, sebanyak 32 pelajar masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Mereka dirawat di RS Efarina Etaham Berastagi, RS Amanda Berastagi, RS Haji Medan, dan RS Bina Kasih Medan.
Kasus tersebut kini menjadi perhatian pemerintah.
Selain memastikan kondisi para siswa, BGN melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG dan SPPG yang terlibat.
Bagi keluarga korban, penanganan medis dan pemulihan anak menjadi prioritas.
Namun, mereka juga menunggu penjelasan mengenai penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa serta bentuk pertanggungjawaban pemerintah.* (km/ad)
JAKARTA Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan belasungkawa atas gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggar
NASIONAL
DELI SERDANG Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan membongkar dugaan aktivitas jual beli narkotika jenis sabu di sebuah rumah di Jala
HUKUM DAN KRIMINAL
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia di La
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Sebanyak 638 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungbalai Asahan (TBA) menerima Remisi Umum 2026 dal
PEMERINTAHAN
LABUHANBATU SELATAN Peringatan DetikDetik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke81 di Kabupaten Labuhanbatu Selatan atau Labusel
PEMERINTAHAN
ASAHAN Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin memimpin upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HU
PEMERINTAHAN
BATU BARA Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian bersama Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas
PEMERINTAHAN
BATU BARA Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian menjadi inspektur upacara pada peringatan DetikDetik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indo
PEMERINTAHAN
SIMEULUE Personel Polres Simeulue bersama personel Pos SAR dan LSM Ecosistem Impact mengibarkan Bendera Merah Putih di bawah laut untuk
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto tampil dengan busana bernuansa adat saat mengikuti Upacara Peringatan DetikDetik Proklamasi Kemerdeka
SENI DAN BUDAYA