Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Mukti mengatakan dirinya kini berupaya mencari biaya untuk memperbaiki bangunan pesantren.
Ia bahkan mengaku sedang mencari pinjaman agar proses perbaikan dapat segera dilakukan.
"Makanya sekarang secara pribadi saya cari pinjaman, utang untuk bisa perbaiki pondok pesantren kami. Ya setidaknya biar cepat bisa dipakai kembali," ucapnya.
Menurut Mukti, perbaikan bangunan perlu segera dilakukan agar kegiatan belajar para santriwati tidak terganggu.
Apalagi, para santri tengah menjalani program menghafal Al-Quran.
"Karena rata-rata anak-anak kita ini gratis uang sekolahnya, mereka ada orangtua asuhnya yang membiayai, Rata-rata begitu, sedikit yang memang dibiayai orangtua aslinya," tutur Mukti.
Ia berharap bangunan pondok pesantren dapat segera diperbaiki sehingga para santriwati bisa kembali belajar di tempat semula.
Mukti mengatakan hingga Rabu, 19 Agustus 2026, belum ada bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki kerusakan pesantren tersebut.
Meski demikian, pihak pondok pesantren terbuka terhadap bantuan dari masyarakat maupun pihak lain yang ingin membantu proses pemulihan bangunan.
"Kalau bantuan (dari pemerintah) sementara belum, tapi kalau memang ada yang hendak bantu, kami terbuka, yang penting anak-anak kami tidak terganggu belajarnya," katanya.
Kerusakan Pondok Pesantren Al-Abrary menjadi bagian dari dampak cuaca buruk yang melanda sejumlah wilayah di Medan Johor.
Pemerintah dan petugas terkait sebelumnya melakukan pendataan terhadap rumah dan bangunan yang terdampak angin kencang di kawasan tersebut.* (ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.