Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Mereka adalah Christmas Dayana Shite, siswa SMA Negeri 1 Berastagi, serta Febi Yona br Purba dan Ana Karina br Karo, keduanya siswa SMK Bersama Swasta Berastagi.
Di Berastagi, 14 siswa lainnya masih mendapatkan perawatan di RS Efarina dan RS Amanda.
"Ini data sementara yang kita peroleh," kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi
Sumatera Utara, Zulkarnain Barus.
Perkembangan kondisi para siswa menjadi perhatian karena sebagian korban yang sebelumnya diperbolehkan pulang kembali mengalami keluhan kesehatan.
Gejala yang dilaporkan antara lain kejang, mual, pusing hingga sesak napas.
Baca Juga:
Salah satunya Lia Malemta br Sitepu, siswa SMK Bersama Berastagi.
Setelah sempat mendapatkan perawatan dan diperbolehkan pulang, Lia kembali dilarikan ke RS Amanda Berastagi pada Selasa malam, 18 Agustus 2026.
Kondisi tersebut membuat jumlah siswa yang masih menjalani perawatan medis kembali tercatat sebanyak 15 orang.
Situasi ini menunjukkan penanganan kasus dugaan keracunan tersebut belum sepenuhnya selesai.
Siswa yang telah diperbolehkan pulang tetap perlu mendapatkan pemantauan apabila kembali mengalami keluhan kesehatan.
Di tengah proses pemulihan, Bupati Karo Antonius Ginting bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karo mendatangi sejumlah rumah sakit di Medan untuk memantau kondisi siswa yang masih dirawat, Rabu siang.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan para siswa mendapatkan penanganan kesehatan secara cepat dan tepat.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.