BREAKING NEWS
Kamis, 20 Agustus 2026

Sepekan Berlalu, 15 Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di Berastagi Masih Dirawat

Dharma - Rabu, 19 Agustus 2026 21:48 WIB
Sepekan Berlalu, 15 Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di Berastagi Masih Dirawat
Bupati Karo, Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., mengecek kondisi siswa yang alami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam Program MBG, Medan, Selasa (18/8/2026). (foto: Pemkab Karo)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KARO — Sepekan berlalu sejak kasus dugaan keracunan setelah konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Hingga Rabu, 19 Agustus 2026, sebanyak 15 siswa dari dua sekolah masih menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit.

Baca Juga:
Kasus tersebut bermula setelah sejumlah siswa mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu MBG.

Kondisi para siswa sempat beragam.

Sebagian membaik dan diperbolehkan pulang, sementara lainnya masih membutuhkan perawatan.

Bahkan, sejumlah siswa yang sempat dinyatakan membaik kembali mengalami keluhan kesehatan sehingga harus mendapatkan penanganan medis.

Dari empat siswa yang sebelumnya dirujuk ke rumah sakit di Medan, satu siswa telah dinyatakan membaik dan diperbolehkan menjalani pemulihan di rumah.

Siswa tersebut adalah Inka Cristi, pelajar SMK Bersama Swasta Berastagi.

Sebelumnya, Inka menjalani perawatan di RSU Bina Kasih Medan.

Informasi mengenai kondisi Inka disampaikan Dinas Kominfo Kabupaten Karo pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Sementara tiga siswa lainnya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Medan.

Mereka adalah Christmas Dayana Shite, siswa SMA Negeri 1 Berastagi, serta Febi Yona br Purba dan Ana Karina br Karo, keduanya siswa SMK Bersama Swasta Berastagi.

Di Berastagi, 14 siswa lainnya masih mendapatkan perawatan di RS Efarina dan RS Amanda.

"Ini data sementara yang kita peroleh," kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumatera Utara, Zulkarnain Barus.

Perkembangan kondisi para siswa menjadi perhatian karena sebagian korban yang sebelumnya diperbolehkan pulang kembali mengalami keluhan kesehatan.

Gejala yang dilaporkan antara lain kejang, mual, pusing hingga sesak napas.

Baca Juga:

Salah satunya Lia Malemta br Sitepu, siswa SMK Bersama Berastagi.

Setelah sempat mendapatkan perawatan dan diperbolehkan pulang, Lia kembali dilarikan ke RS Amanda Berastagi pada Selasa malam, 18 Agustus 2026.

Kondisi tersebut membuat jumlah siswa yang masih menjalani perawatan medis kembali tercatat sebanyak 15 orang.

Situasi ini menunjukkan penanganan kasus dugaan keracunan tersebut belum sepenuhnya selesai.

Siswa yang telah diperbolehkan pulang tetap perlu mendapatkan pemantauan apabila kembali mengalami keluhan kesehatan.

Di tengah proses pemulihan, Bupati Karo Antonius Ginting bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karo mendatangi sejumlah rumah sakit di Medan untuk memantau kondisi siswa yang masih dirawat, Rabu siang.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan para siswa mendapatkan penanganan kesehatan secara cepat dan tepat.

Pemerintah Kabupaten Karo juga berkoordinasi dengan tenaga kesehatan serta pihak terkait mengenai perkembangan kondisi masing-masing korban.

Pemerintah Kabupaten Karo memastikan pemantauan terhadap para siswa akan terus dilakukan hingga seluruh korban dinyatakan pulih.

Bupati Antonius juga menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan siswa menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG dilakukan setelah munculnya kasus dugaan keracunan yang dialami siswa di Berastagi.

Evaluasi tersebut diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Baca Juga:

Program MBG yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi siswa perlu dibarengi dengan jaminan keamanan pangan, kualitas makanan, serta pengawasan ketat pada setiap tahap penyediaannya.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Karo didampingi Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, Ketua DPRD Karo Iriani Tarigan, serta Kepala Kejaksaan Negeri Karo Edmond Novvery Purba.

Sepekan setelah kejadian, perhatian kini tertuju pada pemulihan seluruh korban dan penelusuran penyebab kejadian.

Bagi siswa dan keluarga, persoalan ini bukan hanya menyangkut evaluasi program MBG, tetapi juga keselamatan yang harus menjadi prioritas.* (sp/ad)

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rakorwas SPPG se-Sumut, Ombudsman Minta SPPG Penyebab Keracunan MBG Ditutup
Siswi SMK Korban Keracunan MBG Mulai Pulih, Kini Trauma hingga Takut Makan Tahu: Nggak Mau MBG Lagi
Bayang-Bayang Program Makan Bergizi: Saat Ratusan Pelajar Karo Tumbang dan Perawatan Intensif Dikebut di Medan
Tangis Ibu Korban MBG Berastagi Pecah di Hadapan Kepala BGN: Apa Sebenarnya Racun yang Dimakan Anak Saya?
Absen dari Upacara 17 Agustus di Istana, SBY: Saya Minta Maaf
Kepala BGN: Tak Peduli Punya Siapa, SPPG Tak Sesuai Standar Ditutup Permanen!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru