BREAKING NEWS
Jumat, 21 Agustus 2026

Matahari Merah Pekat Hebohkan Warga Palangka Raya, Ini Kata BMKG

Dharma - Jumat, 21 Agustus 2026 14:08 WIB
Matahari Merah Pekat Hebohkan Warga Palangka Raya, Ini Kata BMKG
Warga Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dihebohkan dengan penampakan matahari berwarna merah pekat pada Kamis (20/8/2026) sore. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PALANGKA RAYA - Warga Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dihebohkan dengan penampakan matahari berwarna merah pekat pada Kamis (20/8/2026) sore. Fenomena tersebut terlihat jelas di tengah kondisi langit yang diselimuti kabut asap.

Dari kejauhan, matahari tampak seperti bola merah yang menggantung rendah di antara pepohonan. Penampakan tersebut kemudian menjadi perhatian warga yang melihat langsung fenomena itu.

Warga Palangka Raya, Sri Muliati, mengatakan dirinya baru pertama kali melihat matahari dengan warna semerah itu. Dia mengabadikan momen tersebut saat berada di luar rumah.

Baca Juga:

"Mataharinya merah banget pada Kamis sore kemarin. Saya baru kali ini melihatnya," kata Sri, Jumat (21/8/2026).

Fenomena itu kemudian dikaitkan dengan kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Prakirawan BMKG Palangka Raya, Chandra, membenarkan kondisi atmosfer yang dipengaruhi asap karhutla dapat membuat matahari terlihat berwarna kemerahan.

"Benar, bisa dipengaruhi dari kabut asap karhutla yang sedang terjadi di wilayah Kalimantan Tengah," ujar Chandra.

Menurut Chandra, citra sebaran asap pada Kamis sore menunjukkan sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah tertutup asap. Kondisi tersebut menyebabkan cahaya matahari harus melewati lapisan atmosfer yang dipenuhi partikel.

"Karena jika dilihat dari citra sebaran asap kemarin sore, terlihat wilayah Kalimantan Tengah sebagian besarnya sudah tertutup asap. Saat cahaya melewati lapisan atmosfer yang dipenuhi partikel, warna dengan panjang gelombang tertentu lebih banyak tersebar sehingga matahari dapat terlihat kemerahan, terutama ketika posisinya mulai rendah menjelang sore," jelasnya.

Dengan demikian, perubahan warna matahari yang terlihat di Palangka Raya bukan berarti matahari berubah warna. Fenomena tersebut merupakan efek atmosfer ketika cahaya matahari berinteraksi dengan partikel-partikel di udara, termasuk asap kebakaran.

Kondisi matahari yang tampak semakin merah biasanya lebih mudah terlihat ketika posisi matahari mulai rendah menjelang sore. Dalam kondisi udara yang banyak mengandung partikel, cahaya yang sampai ke permukaan dapat memberikan tampilan warna yang berbeda dari biasanya.

Fenomena tersebut juga menjadi gambaran dampak kabut asap akibat karhutla yang masih terjadi di Kalimantan Tengah. Selain mengubah tampilan langit, kabut asap dapat mengurangi jarak pandang dan berdampak terhadap kualitas udara.

BMKG mengimbau masyarakat tetap memperhatikan informasi resmi terkait kondisi udara dan cuaca, terutama ketika kabut asap masih menyelimuti wilayah Palangka Raya dan sekitarnya.* (d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru