BREAKING NEWS
Selasa, 25 Agustus 2026

Sungai Deli Meluap, Banjir 3 Meter Rendam Rumah Warga Sei Mati Medan

Johan - Selasa, 25 Agustus 2026 12:48 WIB
Sungai Deli Meluap, Banjir 3 Meter Rendam Rumah Warga Sei Mati Medan
Banjir kiriman merendam rumah warga di bantaran Sungai Deli, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin malam, 24 Agustus 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Banjir kiriman merendam rumah warga di bantaran Sungai Deli, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara.

Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 3 meter.

Banjir terjadi sejak Senin malam, 24 Agustus 2026.

Baca Juga:

Air mulai surut pada Selasa pagi, 25 Agustus 2026.

Setelah banjir surut, warga langsung membersihkan rumah yang dipenuhi lumpur.

Salah seorang warga, Mardiwal (55), mengatakan luapan Sungai Deli hampir mencapai loteng rumahnya.

Menurut dia, ketinggian air menyisakan sekitar dua anak tangga menuju loteng.


"Tinggi banjirnya ada lah setinggi 3 meter. Bahkan air sudah hampir sampai loteng, tinggal tersisa 2 anak tangga lagi lah," kata Mardiwal, Selasa, 25 Agustus 2026.

Mardiwal mengatakan air Sungai Deli mulai meluap sekitar pukul 22.00 WIB. Air kemudian baru mulai surut sekitar pukul 03.30 WIB pada Selasa.

Sebelum air semakin tinggi, Mardiwal mengevakuasi barang-barang berharga dan dokumen penting ke loteng rumah.

Sementara anak dan istrinya diungsikan ke rumah saudara.

"Barang berharga dan dokumen penting sudah saya selamatkan. Was-was selalu memang. Tapi anak dan istri saya sudah saya ungsikan semua ke tempat saudara," lanjutnya.

Setelah air surut, lumpur memenuhi bagian dalam rumah Mardiwal hingga setinggi betis. Lumpur tersebut membuat air sulit mengalir keluar dari rumah.

"Lumpur itu sudah setinggi betis, masuk ke dalam rumah semuanya. Jadi air itu tidak bisa lagi surut, sumbat dia. Nanti sorelah baru saya korek dan buang lumpurnya," ujar Mardiwal.

Di Lingkungan 9 Sei Mati, sejumlah warga terlihat memindahkan kendaraan ke tempat yang lebih tinggi.

Langkah itu dilakukan untuk menghindari kendaraan kembali terendam jika ketinggian air meningkat.

Mardiwal mengatakan kawasan tempat tinggalnya memang berada di dataran rendah.

Kondisi tersebut membuat warga kesulitan menyelamatkan barang ketika Sungai Deli meluap.

"Rumah kami di tempat yang rendah dia. Kamilah yang paling rendah. Di tempat yang tinggi saja tergenang 1,5 meter, apalagi kami?" jelasnya.

Kepala Lingkungan 9 Sei Mati, Rozy, mengatakan warga sejak Senin malam sibuk menyelamatkan diri dan barang-barang berharga.

Menurut dia, banjir kali ini merupakan yang tertinggi sepanjang Agustus 2026.

Rozy mengatakan banjir terjadi meski hujan tidak turun di kawasan tersebut. Air yang datang merupakan banjir kiriman dari wilayah hulu Sungai Deli.

"Padahal tadi malam di sini tidak hujan, namun banjir. Karena banjir ini adalah banjir kiriman. Airnya tadi malam kencang, cepat naiknya. Semua menaikkan barang dan kendaraan. Nggak sampai 5 menit sudah penuh dia airnya," kata Rozy saat ditemui di kediamannya.

Rumah Rozy yang berada di lokasi sedikit lebih tinggi juga ikut terendam. Ketinggian air di rumahnya mencapai sekitar 1,5 meter.

"Barang-barang, kendaraan, sudah kami naikkan. Kalau di rumah bawah lebih tinggi airnya. Ada warga yang sudah sampai kena meteran listriknya," rincinya.

Rozy mengatakan dirinya baru dapat beristirahat sekitar pukul 10.00 WIB setelah air mulai surut.

Untuk membantu warga terdampak, pihak lingkungan telah membagikan bantuan awal berupa sarapan.

Rozy mengatakan hingga Selasa pagi, bantuan dari BPBD belum diterima warga.

"Tadi ada yang ngasih bantuan. Sudah kita bagi tadi. Kalau dari BPBD belum ada kita terima. Cuma orang itu tadi malam sudah kontak kita memang perlu perahu atau apa pun, nanti dikabari," tuturnya.

Warga kini masih membersihkan rumah dari lumpur dan memindahkan barang-barang yang terdampak banjir.

Mereka juga tetap mewaspadai kemungkinan air Sungai Deli kembali naik apabila terjadi peningkatan debit air dari wilayah hulu.* (km/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tujuh Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di Berastagi Masih Dirawat
Karhutla Terjadi di Samosir, Lima Hektare Hutan Lindung Bukit Sitalmak Terbakar
Polrestabes Medan Tangkap WNA Malaysia di Deli Serdang, Sita 29 Vape Diduga Berisi Narkotika
Mentan Amran Siapkan 500 Hektare untuk Pengembangan Kopi Arabika di Puncak Papua
Pemprov Sumut Salurkan 292 Jaring Insang untuk Nelayan Tanjungbalai, Bantuan Diharapkan Dongkrak Hasil Tangkapan
Wali Kota Medan Rico Waas Tegaskan Perangi Korupsi, Celah Pelanggaran Bakal Diperketat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru