BREAKING NEWS
Sabtu, 29 Agustus 2026

Siang Bolong Terasa Senja, BMKG Ungkap Penyebab Langit Pontianak Berubah Kuning

Adelia Syafitri - Sabtu, 29 Agustus 2026 17:13 WIB
Siang Bolong Terasa Senja, BMKG Ungkap Penyebab Langit Pontianak Berubah Kuning
Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat langit Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), berubah menjadi kuning kecokelatan. (Foto: @indepenSumatera / X)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PONTIANAK - Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat langit Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), berubah menjadi kuning kecokelatan. BMKG menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi tingginya konsentrasi asap dan partikulat di atmosfer.

Ahli meteorologi sekaligus prakirawan cuaca BMKG, Adinda Dara Vahada, mengatakan fenomena langit kekuningan terjadi karena keberadaan asap karhutla yang cukup pekat di wilayah Kalbar.

"Berdasarkan pemantauan BMKG Kalimantan Barat, kondisi langit Pontianak yang terlihat kekuningan siang ini berkaitan dengan keberadaan asap dan tingginya konsentrasi partikulat di atmosfer," kata Adinda, Sabtu (29/8/2026).

Baca Juga:

Berdasarkan pengamatan Stasiun Meteorologi Maritim Dwikora Pontianak pada Jumat (28/8) pukul 10.00 WIB, kondisi udara di wilayah tersebut terpantau kabur dengan jarak pandang sekitar 1 kilometer.

Kondisi tersebut juga diperkuat citra satelit Himawari-9 BMKG pada pukul 13.00 WIB yang mendeteksi sebaran asap di wilayah Kalimantan Barat. Pergerakan asap dominan menuju barat laut hingga utara.

"BMKG juga mendeteksi adanya transboundary haze dari Kalimantan Barat menuju Sarawak, Malaysia," ujar Adinda.

Pekatnya asap tidak hanya mengganggu jarak pandang. Konsentrasi partikel di atmosfer juga memengaruhi proses hamburan cahaya matahari yang sampai ke permukaan bumi.

Akibatnya, cahaya matahari terlihat lebih redup dan menghasilkan warna kekuningan hingga jingga. Kondisi tersebut membuat suasana pada siang hari di Pontianak terlihat seperti menjelang sore.

"Akibatnya, cahaya yang sampai ke permukaan dapat tampak lebih redup dan berwarna kekuningan hingga jingga, sehingga suasana pada siang hari dapat terlihat seperti menjelang sore," jelas Adinda.

Kondisi tersebut juga sejalan dengan pemantauan kualitas partikulat PM2.5 di sejumlah wilayah Kalimantan Barat yang menunjukkan konsentrasi cukup tinggi.

Selain Pontianak, sejumlah wilayah lain di Kalbar juga mengalami penurunan jarak pandang akibat asap. Data BMKG per Jumat (28/8) pukul 17.00 WIB menunjukkan jarak pandang di beberapa titik berada pada kondisi terbatas.

Stasiun Klimatologi Mempawah mencatat jarak pandang sekitar 500 meter. Sementara Stasiun Meteorologi Dwikora Pontianak mencatat 1.500 meter.

Di Nanga Pinoh, Melawi, jarak pandang tercatat 3.000 meter. Pos Meteorologi Paloh mencatat 2.000 meter, sedangkan Stasiun Meteorologi Pangsuma Kapuas Hulu mencapai 3.000 meter.

Jarak pandang di Stasiun Meteorologi Rahadi Oesman Ketapang tercatat 6.000 meter. Sementara Stasiun Meteorologi Supadio mencapai 1.000 meter.

Adapun Stasiun Meteorologi Tebelian Sintang mencatat jarak pandang 2.500 meter dan Stasiun Meteorologi Singkawang sekitar 3.500 meter.

Kondisi tersebut menunjukkan dampak asap karhutla masih cukup signifikan terhadap atmosfer dan jarak pandang di berbagai wilayah Kalbar.

BMKG terus memantau perkembangan sebaran asap dan kondisi atmosfer untuk memberikan informasi cuaca serta jarak pandang kepada masyarakat.

Fenomena langit menguning di Pontianak bukan disebabkan perubahan warna langit secara alami, melainkan efek keberadaan asap dan partikulat karhutla yang menghamburkan cahaya matahari.* (d/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
"Tanggal 1 Kita Hajar Habis-habisan", Menhut Kejar 3 Hari Emas Peluang Hujan demi Padamkan Karhutla Riau
BNPB Catat Rentetan Bencana di Sulawesi hingga Jawa dalam Sehari
Selama Ini Jadi Penghalang, Tato Adat Dayak Diusulkan Tak Lagi Ganjal Pendaftaran TNI-Polri
BRIN dan Polri Uji Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla, Efektifkah?
Dua Pekan Usai Gempa M7,7, Flores Diguncang 9.278 Gempa Susulan
Tiga Wilayah Sumut Dilanda Karhutla dalam Lima Hari, Total 13 Hektare Lahan Terbakar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru