Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
KARO - Kasus dugaan keracunan massal siswa setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, telah berlangsung lebih dari sebulan. Namun, hingga Jumat (25/9/2026), polisi belum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.
Kasus itu terjadi pada 13 Agustus 2026 dan melibatkan ratusan siswa dari lima sekolah di Kabupaten Karo. Mereka diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG yang berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di area Kodim 0205/Tanah Karo.
Kasi Humas Polres Tanah Karo AKP Pedoman Maha mengatakan perkara tersebut telah ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Meski demikian, belum ada tersangka yang ditetapkan hingga saat ini.
Baca Juga:
"Untuk tersangka belum," kata Pedoman saat dikonfirmasi, Jumat (25/9/2026).
Kasus tersebut sebelumnya dilaporkan melibatkan siswa dari lima sekolah, yakni tiga SMA negeri dan dua SMP swasta. Jumlah siswa SMA yang diduga mengalami keracunan disebut mencapai sekitar 353 orang.
Salah satu siswa bahkan sempat dirujuk ke rumah sakit di Medan dan menjalani perawatan di ruang ICU. Kondisinya kemudian dilaporkan membaik.
SPPG yang menyediakan makanan tersebut diketahui berada di area Kodim 0205/Tanah Karo. Namun, berdasarkan keterangan Kodam I/Bukit Barisan, pengelolaan dapur MBG dilakukan oleh Yayasan Manunggal Kartika Jaya (MKJ).
Kapendam I Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy sebelumnya mengatakan penanganan kasus dilakukan oleh Kodim 0205 Karo bersama Pemerintah Kabupaten Karo. Tim gabungan, termasuk dinas kesehatan, juga telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium.
"Sudah ditangani oleh pihak Kodim bekerja sama dengan dinas kesehatan Pemkab Karo, dan sampel makanannya pun sedang diteliti di laboratorium daerah Pemprov Sumut," kata Sandy.
Evaluasi juga disebut dilakukan untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Sementara itu, pemerintah daerah sebelumnya memberikan sanksi penghentian sementara terhadap SPPG tersebut setelah muncul kasus dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa.
Hingga kini, proses penyidikan masih dilakukan Satreskrim Polres Tanah Karo. Polisi belum menjelaskan lebih lanjut mengenai kendala penyidikan maupun kapan penetapan tersangka akan dilakukan.* (tm/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.