BREAKING NEWS
Kamis, 15 Oktober 2026

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan! Dinkes Medan Minta Warga Gunakan Masker, Anak-anak dan Lansia Diminta Lebih Waspada

Abyadi Siregar - Kamis, 15 Oktober 2026 16:08 WIB
Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan! Dinkes Medan Minta Warga Gunakan Masker, Anak-anak dan Lansia Diminta Lebih Waspada
Memburuknya kualitas udara di Kota Medan. (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Dinas Kesehatan Kota Medan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah.

Imbauan ini disampaikan menyusul memburuknya kualitas udara di Kota Medan, dengan konsentrasi partikel halus PM2.5 yang mencapai kategori tidak sehat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Surya Syahputra Pulungan, mengatakan masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker yang sesuai jika terpaksa keluar rumah.

Baca Juga:

Warga juga diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

Surya menyampaikan imbauan tersebut pada Kamis, 15 Oktober 2026, sesuai arahan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 10.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Kota Medan tercatat mencapai 116,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Angka tersebut melampaui nilai ambang batas baku mutu udara ambien nasional sebesar 55 µg/m³ berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021.

"Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama karena paparan partikulat halus dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan. Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan atau penyakit penyerta lainnya perlu mendapat perhatian khusus", katanya.

Partikulat halus PM2.5 merupakan partikel polusi udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

Paparan partikel tersebut berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan dan orang yang memiliki penyakit tertentu.

Karena itu, Dinkes Kota Medan meminta masyarakat tidak mengabaikan gejala seperti batuk, sesak napas, nyeri dada, mata perih, maupun keluhan lain yang muncul atau semakin memburuk selama kabut asap berlangsung.

"Masyarakat yang mengalami gejala tersebut diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi kesehatannya", ujar Surya.

Menurut Surya, warga juga dianjurkan membatasi kegiatan di luar rumah, terutama ketika udara terlihat berasap atau kualitas udara memburuk.

Jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel halus.

Warga dapat memantau perkembangan kualitas udara melalui kanal informasi resmi BMKG agar dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi lingkungan.

"Perlindungan terhadap kelompok rentan juga menjadi perhatian penting. Orang tua diimbau membatasi aktivitas anak-anak di luar rumah, sementara keluarga yang memiliki anggota dengan riwayat asma atau gangguan pernapasan perlu lebih waspada terhadap munculnya gejala," pungkasnya.

Selain membatasi aktivitas di luar ruangan, Dinkes Kota Medan mengingatkan masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan mencukupi kebutuhan air putih.

Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran terbuka, baik untuk sampah maupun lahan, karena kegiatan tersebut dapat menambah pencemaran udara dan memperburuk kondisi kabut asap.

Kewaspadaan juga diperlukan saat berkendara. Kabut asap dapat mengurangi jarak pandang sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Pengendara diminta menyesuaikan kecepatan dan menjaga jarak aman selama kondisi tersebut berlangsung.

Melalui imbauan ini, Dinkes Kota Medan mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kesehatan selama kualitas udara belum membaik.

Penggunaan masker yang sesuai, pembatasan aktivitas luar ruangan, serta pemeriksaan kesehatan sedini mungkin diharapkan dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Satpol PP Medan Percepat Pembentukan Aslinmas, Satlinmas Baru Terbentuk di 42 Kelurahan
Belawan Kekurangan SMP Negeri, Sekolah Baru untuk 300 Siswa Mulai Dibangun
AKHIRNYA! KPPG Medan Janji Dalami Skandal Mark-Up & 2 UD Fiktif di SPPG Tembung 3 - Yayasan Atifa Maju Mandiri Bakal Dipanggil!
Gerebek Sarang Narkoba di Medan Marelan dan Hamparan Perak, 6 Orang Pengedar Tak Berkutik Dicokok Polisi
Medan Dikepung Kabut Asap Pekat: Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat, Jarak Pandang Anjlok Jadi 1 Km
Kisruh STAI Al-Hikmah Medan Memanas, Yaspetia Minta Kopertais Perjelas Legalitas Kampus dan Ijazah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru