Nasib MK Setelah Putusan Terkait Ijazah Gibran
OlehMudhofir AbdullahMAHKAMAH Konstitusi (MK) tidak terhindar dari kritik publik pascaputusan Nomor 01/PHPU.PRESXXIV/2026, utamanya dari p
OPINI
MEDAN - Kualitas udara di Kota Medan masuk kategori sangat tidak sehat pada Kamis (15/10/2026) pagi akibat sebaran kabut asap yang meluas di Sumatera Utara (Sumut). Pemantauan IQAir pada pukul 09.00 WIB mencatat indeks kualitas udara Medan mencapai 201, dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 126 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, mengatakan hasil pemantauan citra satelit menunjukkan sejumlah wilayah di Sumut masih terdampak sebaran asap. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat dan mengurangi jarak pandang pengguna jalan.
Berdasarkan pemantauan citra satelit pada 14 Oktober 2026, terdeteksi tiga titik panas (hotspot) di wilayah Labuhanbatu dan Tapanuli Selatan.Baca Juga:
Dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (15/10/2026), Hendro menjelaskan angin permukaan bertiup dari arah timur hingga tenggara menuju barat laut hingga utara. Pola angin tersebut mengindikasikan asap yang menyelimuti Sumut berpotensi berasal dari wilayah Sumatera bagian selatan dan Kalimantan.
"Namun demikian, penentuan sumber asal asap secara pasti memerlukan analisis lebih lanjut dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer dan data pendukung lainnya," kata Hendro.
Jarak Pandang di Sejumlah Wilayah Turun hingga 1 Kilometer
Selain berdampak pada kualitas udara, kabut asap juga menyebabkan penurunan jarak pandang di sejumlah wilayah Sumut.
Hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Kualanamu, Stasiun Meteorologi Aek Godang, dan Stasiun Meteorologi Silangit pada Kamis (15/10/2026) pukul 09.00 WIB menunjukkan jarak pandang berkisar 1–3 kilometer.
Kondisi tersebut membuat pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melintasi wilayah yang tertutup kabut asap.
Hendro mengimbau masyarakat agar mengurangi kecepatan kendaraan, menjaga jarak aman, serta menyalakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan saat jarak pandang menurun.
"Masyarakat yang berada di wilayah dengan jarak pandang rendah akibat kabut dan asap diimbau untuk berhati-hati saat berkendara, mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menyalakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan," imbaunya.
BMKG Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
OlehMudhofir AbdullahMAHKAMAH Konstitusi (MK) tidak terhindar dari kritik publik pascaputusan Nomor 01/PHPU.PRESXXIV/2026, utamanya dari p
OPINI
PADANGSIDIMPUAN Seorang siswi kelas 5 sekolah dasar (SD) berinisial RZW ditemukan meninggal dunia di lingkungan sekolahnya di Desa Purwoda
PERISTIWA
KUALA LUMPUR Anggota parlemen Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman mengusulkan agar negaranegara ASEAN mengajukan protes diplomatik kep
INTERNASIONAL
MEDAN Kualitas udara di Kota Medan masuk kategori sangat tidak sehat pada Kamis (15/10/2026) pagi akibat sebaran kabut asap yang meluas di
PERISTIWA
LABUHANBATU Video yang memperlihatkan massa mendatangi kantor PT Milano di Desa Sei Nahodaris, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanba
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Harga emas Antam hari ini, Kamis (15/10/2026), kembali turun. Berdasarkan harga yang tercantum di laman Logam Mulia pukul 09.30 WI
EKONOMI
SERDANG BEDAGAI Kecelakaan beruntun yang melibatkan angkutan umum (angkot) KUPM dan dua truk terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) M
PERISTIWA
JAKARTA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghormati proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait du
NASIONAL
MEDAN Polda Sumatera Utara (Sumut) menggerebek lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Gang Jati, Kelura
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Suroso Isnandar resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero), menggantikan Darmawan Prasodjo melalui Rapat Umum
NASIONAL