BREAKING NEWS
Kamis, 22 Oktober 2026

Peserta Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Aceh Terjatuh Lemas, Biddokkes Polda Aceh Turun Tangan

T.Jamaluddin - Rabu, 21 Oktober 2026 08:30 WIB
Peserta Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Aceh Terjatuh Lemas, Biddokkes Polda Aceh Turun Tangan
Personel Biddokkes Polda Aceh memberikan pertolongan awal kepada seorang peserta aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Aceh yang terjatuh lemas saat berada di tengah kerumunan massa, Selasa, 20 Oktober 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH – Seorang peserta aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Aceh terjatuh lemas saat berada di tengah kerumunan massa, Selasa, 20 Oktober 2026.

Personel Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Aceh segera memberikan pertolongan awal menggunakan Oxycan, alat bantu oksigen portabel, untuk membantu pernapasan peserta aksi tersebut.

Peristiwa itu terjadi ketika aksi unjuk rasa berlangsung di kawasan Kantor Gubernur Aceh.

Baca Juga:

Peserta aksi tersebut dilaporkan terjatuh akibat berdesakan dan membutuhkan bantuan pernapasan.

Petugas kepolisian yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan agar peserta aksi mendapatkan penanganan awal.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Aceh, Komisaris Besar Polisi Joko Krisdiyanto, mengatakan personel Biddokkes Polda Aceh yang bertugas di lokasi tidak hanya memperhatikan situasi keamanan, tetapi juga kondisi kesehatan para pengunjuk rasa.

Menurut Joko, pertolongan diberikan setelah petugas mengetahui adanya peserta aksi yang terjatuh dan membutuhkan bantuan pernapasan.

"Personel kepolisian memberikan Oxycan, alat bantu oksigen portabel, sebagai pertolongan awal untuk membantu pernapasan peserta aksi yang sempat terjatuh. Tindakan ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat, termasuk mereka yang sedang menyampaikan aspirasi di muka umum," kata Joko di lokasi.

Penggunaan Oxycan tersebut merupakan bagian dari tindakan pertolongan awal yang dilakukan petugas untuk membantu peserta aksi yang mengalami gangguan pernapasan.

Kehadiran personel kesehatan di tengah kegiatan unjuk rasa dinilai penting untuk memberikan respons cepat apabila terdapat peserta aksi yang mengalami masalah kesehatan atau membutuhkan bantuan medis.

Joko menjelaskan bahwa tugas kepolisian dalam mengawal aksi unjuk rasa tidak hanya berkaitan dengan pengaturan keamanan dan ketertiban.

Menurut dia, keselamatan masyarakat yang mengikuti kegiatan penyampaian pendapat juga menjadi perhatian aparat kepolisian.

Petugas di lapangan diharapkan mampu memberikan bantuan kepada siapa pun yang membutuhkan pertolongan, termasuk peserta aksi yang sedang menyampaikan tuntutan atau aspirasi.

"Ini mencerminkan semangat Polisi Bersama Masyarakat. Polri hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani seluruh lapisan masyarakat," tegas Abituren Akabri 1994 itu.

Joko menilai pendekatan humanis perlu diterapkan dalam setiap kegiatan pengamanan, terutama ketika aparat berhadapan langsung dengan masyarakat dalam jumlah besar.

Selain menjaga situasi tetap kondusif, petugas juga perlu memperhatikan kondisi di sekitar lokasi aksi agar kejadian yang membutuhkan penanganan segera dapat ditindaklanjuti.

Polda Aceh menegaskan komitmennya untuk memberikan pengamanan terhadap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum secara aman, tertib, dan humanis.

Menurut Joko, masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa.

Kepolisian bertugas memastikan kegiatan tersebut dapat berlangsung dengan tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan semua pihak.

Pemberian bantuan oksigen kepada peserta aksi yang terjatuh menjadi salah satu bentuk pelayanan yang dilakukan petugas di tengah berlangsungnya demonstrasi.

Polda Aceh juga berupaya memastikan personel yang bertugas dapat merespons keadaan darurat, termasuk ketika terdapat masyarakat yang membutuhkan pertolongan kesehatan.

Melalui pendekatan tersebut, kepolisian berharap kegiatan penyampaian aspirasi dapat berlangsung dengan aman dan tertib tanpa mengabaikan keselamatan para peserta aksi.

Peristiwa di Kantor Gubernur Aceh itu sekaligus menunjukkan pentingnya kesiapan petugas kesehatan dalam setiap kegiatan yang melibatkan kerumunan massa.

Hingga informasi ini disampaikan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan peserta aksi setelah memperoleh pertolongan awal maupun apakah yang bersangkutan membutuhkan penanganan medis lanjutan.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian Buka Turnamen Sepak Takraw Reguder Cup 2026, Terminal C Bakal Jadi Pusat Olahraga dan UMKM
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Rabu 21 Oktober 2026: Sebagian Besar Wilayah Hujan Ringan
Polda Sumut Usut Pengakuan Selebgram Aleh Medan Ditawari Rp 80 Juta Bungkam Soal Karhutla
Cetak 32 Lulusan Cum Laude, UIA Paya Lipah Bireuen Wisuda 227 Sarjana dan Magister
Buntut Insiden Maut Anggota Ormas di Tanjung Morawa, Polda Sumut Amankan 3 Orang dan Buru Dalang Utama
HUT ke-75 Humas Polri, Polda Aceh Gelar Donor Darah Serentak Jaga Kepercayaan Publik
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru