37 Siswa dan Guru di Timor Tengah Selatan Diduga Keracunan MBG
NTT Sebanyak 37 siswa dan enam guru dari tiga sekolah di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara
PERISTIWA
KALUT –Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 4,9 yang mengguncang wilayah Bulungan, Kalimantan Utara. Gempa tersebut tercatat terjadi pada pukul 07:01:17 WIB, dengan koordinat episenter berada di 2,47° Lintang Utara (LU) dan 116,85° Bujur Timur (BT). Lokasi episenter gempa ini terletak di darat, sekitar 50 kilometer arah Barat Daya dari Bulungan dengan kedalaman hiposenter mencapai 51 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Manado, Tony Agus Wijaya, dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa berdasarkan hasil analisis BMKG, gempabumi ini termasuk dalam kategori gempabumi dangkal. Gempa ini disebabkan oleh aktivitas sesar aktif yang berada di wilayah Kabupaten Bulungan. Aktivitas sesar aktif tersebut merupakan penyebab utama dari kejadian gempabumi yang terjadi pada pagi hari tersebut.
Laporan dari masyarakat menunjukkan bahwa gempa bumi ini dirasakan di beberapa lokasi. Di Tanjung Selor, getaran gempa dirasakan pada skala III MMI (Modified Mercalli Intensity), yang berarti getaran gempa terasa nyata di dalam rumah dan seolah-olah ada truk berlalu. Di Berau dan Tana Tidung, skala MMI yang dirasakan adalah II-III, di mana getaran terasa oleh banyak orang di dalam rumah, jendela atau pintu berderik, dan dinding berbunyi. Sementara itu, di Tarakan, gempa dirasakan pada skala II MMI, di mana getaran dirasakan oleh beberapa orang, dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
Hingga saat ini, BMKG belum menerima laporan mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Tony Agus Wijaya juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam menghadapi situasi pasca-gempa.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Manado menyarankan agar masyarakat memeriksa dan memastikan bahwa bangunan tempat tinggal mereka cukup tahan terhadap gempa. Selain itu, perlu diperhatikan kondisi bangunan untuk memastikan tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan kestabilan struktur bangunan sebelum kembali memasuki rumah. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko yang mungkin timbul akibat gempa.
BMKG juga menekankan pentingnya edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam seperti gempa bumi. Masyarakat diharapkan untuk mengikuti informasi resmi dan memperhatikan arahan dari otoritas terkait guna menjaga keselamatan diri dan keluarga.
Untuk informasi lebih lanjut dan perkembangan terkini mengenai situasi ini, masyarakat dapat terus mengikuti pembaruan dari BMKG melalui kanal resmi yang tersedia.
(N/014)
NTT Sebanyak 37 siswa dan enam guru dari tiga sekolah di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara
PERISTIWA
ASAHAN Wakil Bupati Asahan, Rianto, menegaskan komitmen kuatnya dalam menjaga kelestarian infrastruktur jalan. Ia mengimbau para pengusa
PEMERINTAHAN
BANTEN Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Wihaji mengunjungi wilayah adat Baduy di Kabupaten Lebak, Ba
NASIONAL
JAKATA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengklarifikasi polemik rencana penentuan status aktivis HAM oleh tim asesor yang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Rencana pemerintah untuk menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) dalam 23 tahun ke depan dinilai belum realistis tanpa tr
EKONOMI
JAKARTA Mantan istri komedian Andre Taulany, Rien Wartia Trigina atau Erin, melaporkan balik asisten rumah tangganya berinisial HW ke Po
ENTERTAINMENT
MEDAN Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Belawan menuntut hukuman mati terhadap terdakwa Aditya Ramdani dalam perkara peredaran
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari meminta masyarakat tidak terjebak pada potongan pernyataan dalam p
NASIONAL
BATU BARA Masyarakat Kabupaten Batu Bara kini sedang menanggung beban ganda. Dua kebutuhan pokok vital, yakni gas Elpiji 3 kg dan minyak
EKONOMI
BANDA ACEH Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh meminta Pemerintah Aceh mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur pembatasa
PEMERINTAHAN