Pelatih Thailand dan Kamboja Optimistis Hadapi AFF U-19 2026, Siap Tampil Maksimal
DELI SERDANG Pelatih Timnas Thailand U19 dan Timnas Kamboja U19 samasama menunjukkan optimisme menjelang pertandingan AFF U19 Boys C
OLAHRAGA
JAKARTA – Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) memproyeksikan produksi beras Indonesia akan mencapai 35,6 juta ton pada musim tanam 2025/2026.
Angka ini tercantum dalam Food Outlook Biannual Report on Global Food Markets yang dirilis FAO pada Juni 2025 lalu.
Merespons hal tersebut, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Subejo, menilai capaian ini sebagai sinyal positif.
Namun, ia mengingatkan pentingnya strategi jangka panjang berbasis sains dan teknologi agar lonjakan produksi bisa berkelanjutan dan tidak bersifat sementara.
"Tingginya produksi tahun ini disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk iklim yang relatif kondusif," kata Subejo dalam keterangan tertulis, Jumat (11/7/2025).
Menurutnya, berbeda dari dua tahun sebelumnya di mana hujan baru turun pada Februari, musim tanam kali ini diuntungkan dengan curah hujan yang cukup sejak akhir tahun lalu.
Hal itu berdampak pada meningkatnya luas tanam padi.
Subejo juga mencatat bahwa pencapaian tahun ini tergolong tinggi dalam tujuh tahun terakhir, meski belum melampaui produksi tahun 2018.
Selain iklim, kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) turut menjadi faktor penting.
Dengan harga gabah kering panen ditetapkan Rp 6.500 per kilogram, petani mendapat kepastian harga dan merasa lebih aman dalam mengelola usaha tani mereka.
"Kepastian harga mengurangi fluktuasi pasar yang sebelumnya sering merugikan petani saat panen raya," ujarnya.
Namun di sisi lain, kebijakan ini dinilai berkontribusi pada kenaikan harga beras di tingkat konsumen.
Bahan baku yang lebih mahal menyebabkan lonjakan harga beras, yang pada akhirnya menekan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.
"Jika tidak ada intervensi dalam rantai pasok atau efisiensi pengolahan, harga beras bisa menembus di atas harga eceran tertinggi," kata Subejo.
Sebagai solusi jangka menengah, Subejo menyarankan penguatan efisiensi pascapanen melalui penggunaan teknologi modern seperti mesin pengering, penggilingan canggih, dan sistem distribusi berbasis energi terbarukan, seperti tenaga surya.
Langkah ini dinilai bisa memangkas biaya produksi, meningkatkan kualitas beras, sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
Meskipun produksi meningkat sekitar 4,5%, produktivitas nasional Indonesia disebut masih tertinggal dibanding negara-negara tetangga.
Rata-rata produktivitas padi nasional baru mencapai 5,2 ton per hektare, lebih rendah dari Vietnam dan Thailand yang berada di kisaran 6 ton per hektare.
Subejo menekankan pentingnya pendampingan teknis dan pemilihan varietas unggul, pengendalian hama yang tepat, serta manajemen air yang berkelanjutan.
"Ruang pengembangan masih terbuka. Kuncinya ada pada riset, inovasi, dan dukungan kebijakan yang tepat sasaran," pungkasnya.*
(bs/a008)
DELI SERDANG Pelatih Timnas Thailand U19 dan Timnas Kamboja U19 samasama menunjukkan optimisme menjelang pertandingan AFF U19 Boys C
OLAHRAGA
MEDAN Gangguan distribusi air bersih yang dialami pelanggan Perumda Tirtanadi dalam beberapa hari terakhir mendapat sorotan dari Lembaga
PERISTIWA
DELI SERDANG Pelatih Timnas Indonesia U19, Nova Arianto, menyatakan optimistis menghadapi Australia dalam lanjutan ASEAN U19 Boys Cham
OLAHRAGA
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Kementerian Hukum meresmikan 6.110 Pos Bantuan Hukum (Posbankum) yang
HUKUM DAN KRIMINAL
DAIRI Satuan Reserse Kriminal Polres Dairi mengungkap fakta di balik kasus dugaan pembegalan yang sempat viral di Kabupaten Dairi, Sumat
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Sebanyak 45 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Utara dilaporkan tida
PERISTIWA
JAKARTA Polemik penghentian operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akibat dana Badan Gizi Nasional (BGN) yang belum
PEMERINTAHAN
LAMPUNG Presiden Prabowo Subianto menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Nasional (Munas) keXVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (H
POLITIK
MEDAN Pelatih Timnas Indonesia U19, Nova Arianto, meminta anak asuhnya tampil tanpa rasa takut dan bermain disiplin jelang laga semifin
OLAHRAGA
JAKARTA Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman membantah isu yang menyebut dirinya memiliki dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan
POLITIK