Gubernur Sumut Bobby Nasution memimpin Rapat Koordinasi Produksi dan Hilirisasi Komoditas Jeruk di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (25/8/2025)(foto : diskominfo provsu)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
MEDAN - Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, menegaskan keseriusan pemerintah provinsi dalam menangani hama lalat buah yang kian meresahkan petani jeruk di daerahnya.
Fokus utama yang ditekankan adalah pengumpulan data akurat, penerapan teknologi tepat guna, serta penyelesaian masalah pendanaan bagi petani.
Hal ini disampaikan Bobby usai Rapat Koordinasi (Rakor) Produksi dan Hilirisasi Komoditas Jeruk di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (25/8/2025).
Gubernur meminta pemerintah kabupaten seperti Karo, Simalungun, Dairi, Pakpak, dan Tapanuli Utara segera menyiapkan data lahan dan jumlah petani jeruk agar kebijakan yang dibuat lebih tepat sasaran.
"Tiga hal yang perlu dikerjakan adalah data yang akurat, implementasi teknologi dan konsep dari PT Agrari, serta penanganan masalah pendanaan petani yang kompleks. Action harus tepat sesuai porsinya, baik dari pemerintah daerah, provinsi, maupun mitra," ujar Bobby.
Bobby menegaskan bahwa Pemprov Sumut akan melakukan intervensi langsung dalam waktu satu bulan ke depan untuk memastikan penanganan hama lalat buah dapat berjalan efektif di lapangan.
Robertus Theodore, CEO PT Agrari, menambahkan bahwa masalah pendanaan menjadi kendala terbesar petani jeruk. Banyak petani terlilit hutang dan tidak dapat mengakses perbankan, sehingga kebun jeruk terbengkalai atau beralih fungsi.
"Bersama Pak Gubernur, kami ingin menyelesaikan persoalan ini dengan skema yang telah berhasil diterapkan di kawasan Liang Melas Datas (LMD), Karo, dan berharap bisa diterapkan di daerah lain," kata Robertus.
Bupati Karo Antonius Ginting mengungkapkan bahwa lahan kebun jeruk aktif saat ini tinggal 4.841 hektare, jauh menurun dari sebelumnya yang mencapai 20.000 hektare. Pemerintah daerah tengah mengkategorikan lahan yang membutuhkan penanganan hama secara serius.
Hadir juga dalam Rakor ini Bupati Dairi Vickner Sinaga, Wakil Bupati Pakpak Mutsyuhito Solin, serta sejumlah pejabat OPD terkait.
Dengan kolaborasi erat antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan mitra, diharapkan kelangsungan komoditas jeruk khas Sumut dapat terus terjaga dan petani kembali sejahtera.*