BREAKING NEWS
Sabtu, 06 Juni 2026

Presiden Prabowo Perintahkan Larangan Impor Etanol dan Singkong, Harga Petani Anjlok hingga 60%

Abyadi Siregar - Jumat, 19 September 2025 16:22 WIB
Presiden Prabowo Perintahkan Larangan Impor Etanol dan Singkong, Harga Petani Anjlok hingga 60%
Petani Singkong. (foto: Kompas)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memerintahkan pelaksanaan larangan dan/atau pembatasan (lartas) impor terhadap komoditasetanol dan singkong, sebagai respons cepat atas anjloknya harga kedua komoditas tersebut di tingkat petani.

Kebijakan ini diambil guna melindungi kepentingan petani dan menjaga stabilitas pasar domestik.

Baca Juga:
Hal itu disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (19/9/2025).

"Alhamdulillah hari ini, atas arahan Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, khusus untuk etanol, kami akan terbitkan larangan terbatas impor," kata Amran.

Menurutnya, kebijakan ini akan menyesuaikan volume imporetanol dengan kebutuhan pasar nasional.

Jika produksi dalam negeri mencukupi, maka impor akan ditiadakan.

Prinsip serupa juga akan diterapkan pada komoditassingkong dan produk turunannya, terutama tepung tapioka yang saat ini membanjiri pasar.

"Tepung tapioka, manakala pasokan dalam negeri mencukupi, maka impor tidak diperbolehkan. Ini keputusan strategis langsung dari Bapak Presiden," ujar Amran.

Kebijakan ini muncul di tengah krisis harga di kalangan petani. Saat ini, harga tetes tebu, bahan baku utama pembuatan etanol, turun drastis menjadi Rp900 per kilogram, dari sebelumnya Rp2.000 per kilogram.

Baca Juga:
Sementara itu, harga singkong di tingkat petani juga terjun bebas hingga 60%, dari sebelumnya Rp1.350 per kilogram.

"Produksi dalam negeri mencukupi, tapi karena impor membanjiri pasar, harga jatuh. Ini yang sedang kita atasi," tegas Amran.

Hal senada disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, yang mengungkapkan bahwa harga singkong di provinsinya terus menurun akibat impor tepung tapioka yang tidak terkendali.

"Ini menyebabkan petanisingkong di seluruh Indonesia mengeluh," ujarnya.

Berdasarkan catatan Kementerian Pertanian melalui surat permohonan Nomor B-191/PI.200/M/05/2025, pemerintah menilai perlunya langkah strategis untuk melindungi petani ubi kayu, termasuk dengan menyiapkan opsi pengendalian impor dan penetapan lartas.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya peningkatan signifikan dalam volume impor ubi kayu dari tahun 2023 ke 2024.

Menteri Amran menilai kondisi tersebut telah mengganggu pasar domestik dan mengancam keberlangsungan usaha tani lokal, terutama petanisingkong dan pelaku industri pengolahan tepung tapioka.

Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) turut mendukung kebijakan pembatasan imporetanol.

Baca Juga:
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menegaskan bahwa membanjirnya etanolimpor bisa menurunkan permintaan terhadap tetes tebu dalam negeri, yang pada akhirnya dapat mengganggu operasional pabrik gula nasional.

"Kalau tangki penyimpanan penuh karena tetesnya nggak laku, pabrik gula nggak bisa giling tebu. Ini efek domino yang harus dicegah," kata Arief saat ditemui di Jakarta, Kamis (11/9/2025).

Menteri Amran menambahkan, langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, mengoptimalkan bahan baku lokal, dan mendorong hilirisasi industri pertanian dalam negeri.

Kebijakan ini diharapkan mampu mengangkat kembali harga komoditaspetani dan mendorong keberlanjutan industri agro nasional berbasis kearifan lokal.

"Arahan Presiden sangat jelas: lindungi petani, jaga harga, dan manfaatkan produksi dalam negeri semaksimal mungkin," tutup Amran.*

(bi/a008)

Baca Juga:

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemprov Sumut Luncurkan Program JASKOP: Harga Pangan Tetap Stabil, Petani Untung!
Abyadi Siregar: Enam Program Terbaik Pemprovsu Akan Selesaikan Banyak Persoalan Mendasar Masyarakat Sumut
Shell PHK Karyawan Imbas Kelangkaan BBM, Bahlil Bantah: Kuota Sudah Tambah!
Sejak 2022 Sawah Mengering, Petani Batu Bara Tak Bisa Menanam Padi karena Aliran Irigasi Terhenti
Mentan Amran Dorong Hilirisasi Pala Sitaro, Siap Gelontorkan Bantuan Bibit 15 Ribu Hektare
Harga Pangan Naik Lagi! Cabai, Daging Ayam, dan Telur Jadi Biang Kerok
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru