BREAKING NEWS
Kamis, 22 Januari 2026

Pemerintah Gelontorkan Rp 59 Miliar untuk Rehabilitasi Pertanian Pasca Bencana di Sumatera, Petani Tapteng Siap Dilibatkan Padat Karya

Raman Krisna - Jumat, 16 Januari 2026 08:25 WIB
Pemerintah Gelontorkan Rp 59 Miliar untuk Rehabilitasi Pertanian Pasca Bencana di Sumatera, Petani Tapteng Siap Dilibatkan Padat Karya
Bupati Tapteng dan Wakil Gubernur Sumut dalam groundbreaking rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sekitar persawahan Kel. Tukka dan Kel. Bona Lumban, Kec. Tukka, Kab. Tapteng, Kamis (15/1/2026). (foto: Diskominfo Tapteng)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPTENG – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) RI menggelontorkan dana hampir Rp 60 miliar untuk pemulihan sektor pertanian di tiga provinsi terdampak bencana alam, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Groundbreaking rehabilitasi lahan sawah pascabencana di Sumut dipusatkan di sekitar persawahan Kelurahan Tukka dan Kelurahan Bona Lumban, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kamis (15/1/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan serentak secara hibrid di tiga provinsi.

Baca Juga:

Untuk Aceh, hadir secara langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, sedangkan di Tapteng, Sumut, hadir Staf Ahli Mentan Bidang Infrastruktur Pertanian, Wakil Gubernur Sumut, Bupati dan Wakil Bupati Tapteng, serta jajaran Forkopimda.

Melalui arahan virtual dari Aceh, Mentan Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pemerintah pusat menggelontorkan total bantuan senilai Rp 59.212.500.000 untuk pemulihan sektor pertanian di tiga provinsi tersebut.

Bantuan ini mencakup:
- Alsintan Pra Panen: 63 unit
- Traktor roda 4: 46 unit
- Traktor Crawler: 46 unit
- Traktor roda 2: 300 unit
- Drone pertanian: 15 unit
- Rice Transplanter: 51 unit
- Pompa air: 300 unit
- Handsprayer: 804 unit
- Benih padi: 525.360 kg untuk luasan 20.925 hektare, senilai Rp 7,7 miliar

Selain alsintan dan benih, bantuan juga mencakup pupuk dan kebutuhan pokok masyarakat.

Mentan menekankan bahwa rehabilitasi pertanian harus menggunakan skema padat karya, sehingga petani dan masyarakat terdampak dapat memperoleh penghasilan langsung dari kegiatan pemulihan.

"Saudara-saudara kita yang punya sawah yang bekerja (rehabilitasi), kemudian upahnya dibayar oleh pusat. Ini sekaligus membantu ekonomi masyarakat tetap bergerak," ujar Mentan Andi Amran Sulaiman.

Langkah ini menjadi salah satu bentuk respons cepat pemerintah pusat dalam memulihkan sektor pertanian yang terdampak bencana, sekaligus memastikan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani tetap terjaga di wilayah terdampak.*


(ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemkab Tapteng Libatkan Mahasiswa STIS Jakarta untuk Pendataan Rehabilitasi Pascabencana
Wakapolda Aceh Hadiri Peringatan Isra Mikraj di Masjid Raya Baiturrahman, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat
Kepala Desa Dolok Godang Diduga Fasilitasi Tambang PT AR, Warga Khawatir Risiko Lingkungan dan Bencana
IWO Binjai Apresiasi Inisiatif Kadis Kominfo Fasilitasi UKW Wartawan, Dinilai Penting bagi Profesionalisme Pers
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Jumat 16 Januari 2026: Sebagian Besar Wilayah Cerah Berawan
Pemulihan Aceh Pascabencana Dimulai dari Infrastruktur dan Pendidikan, Gubernur Muzakir Manaf Turun Tangan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru