BREAKING NEWS
Senin, 21 September 2026

Indonesia Setop Impor Solar Mulai Juli 2026, Mentan: Sawit Energi Masa Depan

- Senin, 20 April 2026 08:31 WIB
Indonesia Setop Impor Solar Mulai Juli 2026, Mentan: Sawit Energi Masa Depan
Biodiesel B50. (foto: Kementerian ESDM)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SURABAYA — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah akan menghentikan impor solar mulai 1 Juli 2026 seiring penerapan kebijakan biodiesel B50 berbasis minyak kelapa sawit (CPO).

Kebijakan ini diklaim menjadi langkah strategis menuju kemandirian energi nasional.

"Solar kita tidak impor lagi. Tahun 2026 pada 1 Juli, kita setop, B50 masuk," kata Amran saat menghadiri acara di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Minggu malam, 19 April 2026.

Baca Juga:

Menurut Amran, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi dengan memanfaatkan komoditas dalam negeri, terutama sawit, sebagai bahan bakar alternatif pengganti energi fosil.

Ia menyebut sawit tidak hanya dapat diolah menjadi biodiesel, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi bensin hingga etanol melalui percepatan riset dan hilirisasi industri energi berbasis pertanian.

"Ini energi masa depan Indonesia karena sumbernya dari sawit. Sawit jadi solar, sawit juga jadi bensin," ujarnya.

Pemerintah, kata Amran, juga tengah menyiapkan kerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV untuk pengembangan bahan bakar berbasis sawit dalam skala terbatas sebelum diperluas ke industri nasional.

Ia bahkan menilai potensi hilirisasi komoditas sawit dan kelapa dapat memberikan nilai ekonomi sangat besar jika dikelola secara terintegrasi dari hulu ke hilir.

"Kita punya air kelapa, minyak kelapa murni, hingga susu kelapa yang saat ini tinggi permintaan untuk ekspor," kata dia.

Dalam kunjungan tersebut, Amran juga meninjau inovasi alat dan mesin pertanian (alsintan) karya sivitas akademika ITS, termasuk traktor listrik dan alat panjat kelapa.

Kementerian Pertanian menyatakan telah memesan masing-masing 10 unit untuk uji coba lapangan.

"Traktor ini harganya separuh dari biasanya, lebih efisien, dan tidak memakai solar karena berbasis listrik. Ini sangat hemat," ujarnya.*

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Inflasi Pengamat Ada Benarnya
Wagub Sumut Ajak KAKAMMI Jadi Pelopor Pencegahan Narkoba di Kalangan Muda
Kemnaker Dorong Disabilitas Jadi Wirausaha, Bukan Sekadar Pencari Kerja
DPR Minta Kenaikan BBM Tak Picu Lonjakan Harga Pangan
Momentum HDSD 2026, Pemprov Sumut Ajak Hapus Stigma Down Syndrome: Bukan Dikasihani, Tapi Diberi Kesempatan
Ribuan Warga Antusias Ikuti Smartfren Fun Run 2026 di Lapangan Merdeka, Dispora Medan Dorong Gaya Hidup Sehat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru