BREAKING NEWS
Senin, 12 Oktober 2026

Indonesia dan ASEAN Perkuat Koperasi Pertanian untuk Hadapi Ancaman Krisis Pangan

gusWedha - Senin, 12 Oktober 2026 18:30 WIB
Indonesia dan ASEAN Perkuat Koperasi Pertanian untuk Hadapi Ancaman Krisis Pangan
Sidang ke-32 ACEDAC dan Sidang ke-27 ASWGAC di Yogyakarta, Senin, 12 Oktober 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

"Kami sesama penggerak koperasi di ASEAN berkumpul berfokus untuk bagaimana bisa swasembada pangan agar koperasi-koperasi yang ada di ASEAN menjadi leading sector, menjadi garda terdepan swasembada pangan di masing-masing negara," ujar Farida.

Menurut dia, penguatan koperasi menjadi bagian penting dari upaya membangun kemandirian pangan setiap negara anggota ASEAN.

Kerja sama regional diharapkan membantu negara-negara tersebut berbagi pengalaman dalam mengembangkan usaha pertanian yang berkelanjutan.

Indonesia memiliki sejumlah koperasi yang dapat menjadi contoh pengembangan usaha berbasis pertanian dan pangan.

Di antaranya Koperasi Al-Ittifaq di Ciwidey, Bandung, Koperasi Sukamakmur, serta koperasi pengolahan susu di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Farida mengatakan, pengalaman koperasi-koperasi tersebut dapat dibagikan kepada delegasi negara ASEAN untuk memperluas pengetahuan mengenai pengelolaan usaha pertanian dan pangan.

"Kami berharap hal itu seiring dengan penguatan koperasi sebagai kelembagaannya sehingga koperasi bisa sangat berperan untuk mencapai swasembada pangan," katanya.

Pertukaran pengalaman ini diharapkan tidak hanya mendorong pembentukan koperasi baru, tetapi juga memperkuat tata kelola, kapasitas usaha, akses pasar, dan keberlanjutan kegiatan ekonomi para anggotanya.

Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta KGPAA Paku Alam X Raden Mas Wijoseno Hario Bimo mengatakan, koperasi memiliki peran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan meningkatkan kemandirian masyarakat.

Menurut dia, koperasi dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui kegiatan ekonomi bersama.

Karena itu, forum ASEAN di Yogyakarta menjadi kesempatan untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman dalam mengembangkan koperasi pertanian.

"Forum ini juga menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi berbagai penggunaan kolaborasi dalam meningkatkan produktivitas, memperkuat kemitraan, serta mendorong daya saing produk koperasi di kawasan Asia Tenggara," katanya.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kabar Baik untuk Warga Medan! Harga Cabai Merah Turun Jadi Rp55 Ribu, Ayam Potong Rp35 Ribu per Kg
Inflasi Indonesia Naik Jadi 3,28 Persen, Pemko Medan Diminta Waspadai Harga Pangan
Rico Waas Ubah Strategi Atasi Kemiskinan di Medan, Tak Cukup Hanya Beri Bansos
Rico Waas Bangun Block Petisah, 200 UMKM Disiapkan untuk Hidupkan Kembali Pasar Legendaris Medan
Harga Pangan Hari Ini 12 Oktober 2026: Cabai, Bawang, Beras, dan Telur Naik, Ini Rinciannya
Siap Sulap Kreativitas Anak Muda Jadi Cuan! GEKRAFS Abdya Siap Gandeng Pemkab Dorong UMKM
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru