BREAKING NEWS
Jumat, 12 Juni 2026

Dijuluki 'Gubernur Konten', Dedi Mulyadi: Konten Saya Bantu Hemat Anggaran Iklan Pemprov Jabar, dari Rp50 Miliar Jadi Rp3 Miliar

Adelia Syafitri - Selasa, 29 April 2025 21:35 WIB
Dijuluki 'Gubernur Konten', Dedi Mulyadi: Konten Saya Bantu Hemat Anggaran Iklan Pemprov Jabar, dari Rp50 Miliar Jadi Rp3 Miliar
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud (kiri) menyebut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kanan) sebagai “Gubernur Konten”.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Momen menarik terjadi dalam rapat bersama Komisi II DPR RI dan para kepala daerah se-Indonesia yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (29/4/2025).

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menyita perhatian publik setelah menjuluki Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai "Gubernur Konten" di hadapan para peserta rapat.

"Yang saya hormati Bu Wamendagri, terima kasih banyak Ibu Wamen, dan seluruh gubernur yang hadir hari ini. Kang Dedi, 'Gubernur Konten'. Mantap nih Kang Dedi," ujar Rudy sambil tersenyum.

Pernyataan Rudy itu sontak mengundang tawa dan perhatian para hadirin.

Namun, suasana rapat tetap berlangsung serius membahas agenda utama seperti alokasi dana pusat ke daerah dan permasalahan BUMD.

Dedi Mulyadi: Konten Saya Efektif dan Efisien

Menanggapi julukan tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi tidak menampik.

Ia justru mengakui bahwa aktivitasnya di media sosial memiliki manfaat strategis bagi Pemprov Jawa Barat, terutama dalam efisiensi anggaran iklan pemerintah.

"Alhamdulillah dari konten yang saya miliki itu bisa menurunkan belanja rutin iklan," kata Dedi saat mendapat giliran menyampaikan pemaparan.

Dedi menyebutkan, sebelumnya Pemprov Jabar menghabiskan anggaran hingga Rp50 miliar untuk kerja sama media dalam hal periklanan.

Namun, kini cukup dengan Rp3 miliar, program-program pemerintah tetap bisa disosialisasikan secara masif dan viral melalui konten yang ia produksi.

"Biasanya iklan di Pemprov Jabar kerja sama medianya Rp50 miliar. Sekarang cukup Rp3 miliar tapi viral terus. Terima kasih," pungkasnya.

Pernyataan Dedi tersebut disambut respons positif dari banyak pihak, terutama karena pendekatannya menunjukkan bentuk baru dari komunikasi pemerintahan yang lebih modern, murah, dan berdampak.*

(gl/a008)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru