Sentuhan Humanis di Pidie! 500 Warga Antusias Serbu Bakti Kesehatan dan Terima Kursi Roda dari Polri
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
SOLO - Mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), akhirnya buka suara mengenai isu "jaket biru" yang belakangan ramai dikaitkan dengan tudingan ijazah palsu terhadap dirinya.
Dalam klarifikasinya, Jokowi menegaskan bahwa ia tidak pernah berbicara soal warna apa pun, termasuk soal jaket biru yang viral di media sosial.
"Nggak ada, saya nggak pernah berbicara warna," ujar Jokowi saat ditemui di kediamannya, Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (31/7).
Isu ini sebelumnya mencuat dalam rangkaian spekulasi di publik, menyusul pernyataan Jokowi beberapa waktu lalu yang menyebut adanya "orang besar" yang membekingi kasus tuduhan ijazah palsu yang dialamatkan kepadanya.
Ketika ditanya lebih lanjut soal sosok "orang besar" yang pernah disebutnya, Jokowi memilih untuk tidak menyebutkan identitas secara gamblang.
"Bukan tidak mengetahui, saya sampaikan ada 'orang besar' yang memback up," ucap Jokowi.
Namun ia menegaskan, bahwa sosok yang dimaksud bukanlah mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Beliau (SBY) adalah negarawan yang baik," tambah Jokowi, sekaligus mengklarifikasi dugaan yang sempat berkembang di ruang publik.
Jokowi Ingatkan Publik Tidak Saling Tuduh
Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga mengimbau agar tidak ada pihak yang merasa tertuduh secara sepihak tanpa dasar yang jelas.
"Jangan ada yang merasa tertuduh. Jangan menyimpulkan sesuatu tanpa fakta," tegasnya.
Latar Belakang Isu
Isu "jaket biru" dan "orang besar" muncul setelah pernyataan Jokowi di beberapa wawancara yang menyiratkan bahwa ada aktor di balik tudingan palsu terkait ijazah kuliahnya. Isu ini lalu dikaitkan warganet dengan sosok tertentu, termasuk dengan elite politik dan mantan pemimpin nasional.
Hingga kini, belum ada kejelasan siapa sebenarnya sosok yang dimaksud, sementara spekulasi publik terus berkembang.
Penutup
Klarifikasi terbaru Jokowi ini diharapkan dapat meredakan spekulasi yang berkembang luas di media sosial, terutama yang tanpa dasar bukti kuat.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga etika dalam beropini, serta tidak menyeret nama-nama tanpa fakta valid.* (j006)
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia akan mengalami kebangkitan besar dalam beberapa tahun mendatang. Namun, Prabowo men
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti sejumlah siaran langsung atau live streaming aksi demonstrasi di depan Gedu
NASIONAL
JAKARTA Tembakan gas air mata kembali dilepaskan ke arah kerumunan massa di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pejompongan Raya, Jakart
PERISTIWA
LANGKAT Tim futsal putri SMK Negeri 2 Binjai berhasil meraih juara 2 dalam turnamen Piala RA CUP yang digelar di Gedung Olahraga Langkat.
OLAHRAGA
JAKARTA Anas Urbaningrum menilai perdebatan mengenai pernyataan Budi Arie di hadapan Presiden Joko Widodo soal kemungkinan perubahan sebel
POLITIK
MEDAN Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Hendra Parwana Batubara
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan kesediaannya menjadi Orang Tua Asuh bagi para nazir wakaf di
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Ha
NASIONAL
MEDAN Sebanyak 10 anggota Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah terbukti melakukan p
PERISTIWA