PSI Buka Suara soal Laporan terhadap Jusuf Kalla: 1000 Persen Jokowi Tak Terlibat!
JAKARTA Polemik yang menyeret nama dua tokoh nasional kembali menghangat. Ahmad Ali memastikan bahwa Joko Widodo tidak memiliki kaitan a
POLITIK
JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, memberikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto atas keberanian politiknya dalam mendorong perubahan mendasar di tubuh pemerintahan Indonesia.
Hal itu disampaikan Haedar dalam Pidato Kebangsaan Muhammadiyah menyambut peringatan 80 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, yang digelar pada Sabtu (16/8/2025).
"Patut diapresiasi political will Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia, mendorong pengusaha besar agar peduli bangsa, berpihak pada rakyat kecil, menegakkan kedaulatan bangsa, serta melahirkan terobosan kebijakan berbasis Asta Cita," ujar Haedar.
Ajak Pemerintah Bergerak Satu Irama
Haedar menegaskan bahwa semangat perubahan ini harus direalisasikan dalam kerja nyata seluruh elemen pemerintahan. Tidak cukup berhenti di level pidato, semua kementerian dan lembaga harus bergerak dalam satu irama, hingga ke daerah.
"Yang terpenting, seluruh kementerian dan institusi hingga ke daerah mengikuti satu arah, sehingga memberi jalan bagi Indonesia yang lebih berkemajuan setelah 80 tahun merdeka," katanya.
Kemerdekaan Bukan Seremoni, Tapi Mandat Sejarah
Dalam pidatonya, Haedar mengingatkan bahwa Hari Kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan mandat sejarah yang harus diwujudkan dalam kebijakan dan tindakan nyata.
Ia menyebut Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan penting, namun tantangan global menuntut konsistensi, khususnya dari para pemimpin muda bangsa.
"Jadikan kemerdekaan sebagai mandat untuk mengabdi sepenuh hati sesuai konstitusi. Lindungi seluruh bangsa Indonesia dengan sepenuh tanggung jawab untuk memberi, bukan meminta," tegas Haedar.
Peran Generasi Muda di Tengah Tantangan Zaman
Haedar juga mendorong generasi milenial dan Gen Z agar aktif mengambil peran dalam pembangunan bangsa, karena masa depan Indonesia ada di tangan mereka.
Ia menutup pidatonya dengan ajakan agar seluruh elemen bangsa menjadikan kemerdekaan sebagai gerakan kolektif, bukan sekadar simbol.
"Mari wujudkan Indonesia yang bersatu, berdaulat, rakyat sejahtera, dan Indonesia maju sebagaimana tema HUT ke-80 RI tahun ini," pungkasnya.*
(j006)
JAKARTA Polemik yang menyeret nama dua tokoh nasional kembali menghangat. Ahmad Ali memastikan bahwa Joko Widodo tidak memiliki kaitan a
POLITIK
JAKARTA Pemerintah menetapkan sejumlah kriteria bagi masyarakat yang berhak menerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ata
NASIONAL
JAKARTA PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan perdagangan 1317 Apri
EKONOMI
JAKARTA Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla atau JK mempertanyakan mengapa isu ijazah Presiden ke7 RI Joko Widodo menjadi persoalan yang
POLITIK
JAKARTA Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyebut Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menjadi salah satu rujuk
NASIONAL
JAKARTA Polemik sengketa lahan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali memanas setelah kedua pihak yang berkonflik samasama mengkl
NASIONAL
JAKARTA TNI Angkatan Laut (TNI AL) membenarkan adanya pergerakan kapal perang Amerika Serikat di kawasan Selat Malaka yang sebelumnya rama
NASIONAL
MEDAN Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, memaparkan sejumlah program unggulan Pemerintah Kota Medan dalam pertemuan dengan Komando
PEMERINTAHAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memberikan pembekalan kepada para Ketua DPRD seIndonesia dalam kegiatan retret yang digelar di Akademi
NASIONAL
JAKARTA Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk segera menuntaskan penyelesaian kasus yang menimpa nas
HUKUM DAN KRIMINAL