Gempur Titik Api Menhut Kerahkan 5.000 ASN Kehutanan untuk Tangani Karhutla di 6 Provinsi Prioritas
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, memberikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto atas keberanian politiknya dalam mendorong perubahan mendasar di tubuh pemerintahan Indonesia.
Hal itu disampaikan Haedar dalam Pidato Kebangsaan Muhammadiyah menyambut peringatan 80 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, yang digelar pada Sabtu (16/8/2025).
"Patut diapresiasi political will Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia, mendorong pengusaha besar agar peduli bangsa, berpihak pada rakyat kecil, menegakkan kedaulatan bangsa, serta melahirkan terobosan kebijakan berbasis Asta Cita," ujar Haedar.
Ajak Pemerintah Bergerak Satu Irama
Haedar menegaskan bahwa semangat perubahan ini harus direalisasikan dalam kerja nyata seluruh elemen pemerintahan. Tidak cukup berhenti di level pidato, semua kementerian dan lembaga harus bergerak dalam satu irama, hingga ke daerah.
"Yang terpenting, seluruh kementerian dan institusi hingga ke daerah mengikuti satu arah, sehingga memberi jalan bagi Indonesia yang lebih berkemajuan setelah 80 tahun merdeka," katanya.
Kemerdekaan Bukan Seremoni, Tapi Mandat Sejarah
Dalam pidatonya, Haedar mengingatkan bahwa Hari Kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan mandat sejarah yang harus diwujudkan dalam kebijakan dan tindakan nyata.
Ia menyebut Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan penting, namun tantangan global menuntut konsistensi, khususnya dari para pemimpin muda bangsa.
"Jadikan kemerdekaan sebagai mandat untuk mengabdi sepenuh hati sesuai konstitusi. Lindungi seluruh bangsa Indonesia dengan sepenuh tanggung jawab untuk memberi, bukan meminta," tegas Haedar.
Peran Generasi Muda di Tengah Tantangan Zaman
Haedar juga mendorong generasi milenial dan Gen Z agar aktif mengambil peran dalam pembangunan bangsa, karena masa depan Indonesia ada di tangan mereka.
Ia menutup pidatonya dengan ajakan agar seluruh elemen bangsa menjadikan kemerdekaan sebagai gerakan kolektif, bukan sekadar simbol.
"Mari wujudkan Indonesia yang bersatu, berdaulat, rakyat sejahtera, dan Indonesia maju sebagaimana tema HUT ke-80 RI tahun ini," pungkasnya.*
(j006)
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL
PALEMBANG Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di empat provinsi
NASIONAL