Sentuhan Humanis di Pidie! 500 Warga Antusias Serbu Bakti Kesehatan dan Terima Kursi Roda dari Polri
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
MEDAN — Sidang Paripurna DPRD Kota Medan mengenai Penjelasan Kepala Daerah atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Medan tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2025, yang digelar pada Senin (1/9), berlangsung secara daring.
Sekretaris DPRD Kota Medan, Muhammad Ali Sipahutar, menjelaskan bahwa rapat paripurna yang semula dijadwalkan berlangsung secara tatap muka di ruang paripurna gedung DPRD Kota Medan dialihkan ke format daring.
Keputusan ini diambil bersama oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan dan DPRD setempat demi menjaga keamanan dan kenyamanan semua pihak, mengingat situasi demonstrasi yang masih berlangsung dan belum sepenuhnya kondusif.
"Benar, rapat paripurna baru saja selesai kami lakukan secara daring," ujar Ali Sipahutar, Senin (1/9).
Ia menambahkan, "Demi keamanan dan kenyamanan bersama, serta situasi yang masih belum sepenuhnya kondusif, maka rapat paripurna diputuskan untuk dilakukan secara daring."
Terkait dengan agenda Sidang Paripurna yang dijadwalkan pada Selasa (2/9) mendatang, yaitu Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Kota Medan atas Penjelasan Kepala Daerah terhadap Ranperda Kota Medan tentang P-APBD 2025, Ali Sipahutar menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan apakah sidang tersebut akan kembali dilakukan secara daring atau tatap muka.
"Untuk paripurna besok belum ada keputusan apakah akan dilakukan secara daring atau tidak. Nanti akan diputuskan dan diinformasikan," tuturnya.
Situasi ini terkait dengan aksi demonstrasi yang berlangsung beberapa hari terakhir di Kota Medan.
Aksi yang semula berlangsung damai berubah menjadi ricuh di sejumlah lokasi.
Para demonstran tidak hanya menyampaikan aspirasi di depan gedung DPRD Sumut, namun juga melakukan aksi di depan gedung DPRD Medan dan beberapa titik lainnya.
Pada Jumat (29/8) lalu, salah satu pos polisi di Kota Medan mengalami pembakaran oleh massa.
Selain itu, gedung DPRD Sumut yang bersebelahan dengan gedung DPRD Medan juga menjadi sasaran pelemparan bom molotov, yang menimbulkan kekhawatiran akan keamanan di kawasan tersebut.
Pemerintah Kota Medan dan DPRD setempat terus berupaya menjaga situasi agar tetap kondusif dan memberikan ruang bagi aspirasi masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi keamanan dan ketertiban.*
(sp/a008)
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia akan mengalami kebangkitan besar dalam beberapa tahun mendatang. Namun, Prabowo men
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti sejumlah siaran langsung atau live streaming aksi demonstrasi di depan Gedu
NASIONAL
JAKARTA Tembakan gas air mata kembali dilepaskan ke arah kerumunan massa di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pejompongan Raya, Jakart
PERISTIWA
LANGKAT Tim futsal putri SMK Negeri 2 Binjai berhasil meraih juara 2 dalam turnamen Piala RA CUP yang digelar di Gedung Olahraga Langkat.
OLAHRAGA
JAKARTA Anas Urbaningrum menilai perdebatan mengenai pernyataan Budi Arie di hadapan Presiden Joko Widodo soal kemungkinan perubahan sebel
POLITIK
MEDAN Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Hendra Parwana Batubara
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan kesediaannya menjadi Orang Tua Asuh bagi para nazir wakaf di
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Ha
NASIONAL
MEDAN Sebanyak 10 anggota Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah terbukti melakukan p
PERISTIWA